Search This Blog

Hizbut Tahrir Indonesia

Hizbut Tahrir Indonesia


Penjahat Perang Ratko Mladic Pembantai 8.000 Muslim Ditangkap di Serbia

Posted: 26 May 2011 09:14 PM PDT

Ratko Mladic

Ratko Mladic

Jenderal Serbia Bosnia masa perang Ratko Mladic ditangkap di Serbia pada Kamis setelah bertahun-tahun lari dari tuduhan pembantaian antarbangsa. Sebagai panglima pasukan Bosnia Serbia dalam perang Bosnia 1992-1995, Mladic didakwa mahkamah kejahatan perang antarbangsa pada 1995 atas pembantaian 8.000 pria dan anak-anak Muslim di kota Srebrenica dan pengepungan keji 43 bulan atas Sarajevo.

“Atas nama Republik Serbia, saya mengumumkan penangkapan Ratko Mladic. Proses ekstradisi sedang berlangsung,” kata Presiden Serbia Boris Tadic kepada wartawan di Beograd. Tadic menyatakan Mladic ditahan di Serbia, yang lama mengatakan tidak dapat menemukan seorang pria tampak pahlawan di mata banyak orang Serbia. “Ini menghapus beban berat Serbia dan menutup halaman sejarah buruk kami,” katanya.

Mladic ditangkap di desa Lazarevo, dekat kota Zrenjanin di timur laut, sekitar 100 kilometer dari ibu kota Beograd, kata polisi. Penyintas Muslim Bosnia menyatakan berita itu manis-pahit.

“Saya senang masih hidup untuk menyaksikan penangkapannya dan pada saat sama sangat menyesal banyak korban lain Srebrenica tidak dapat menyaksikan saat ini,” kata Munira Subasic, yang kehilangan putranya ketika Serbia Bosnia di bawah Mladic mengepung Srebrenica, yang pada waktu itu dinyatakan sebagai “wilayah aman Perserikatan Bangsa-Bangsa”.

Seorang teman keluarga Mladic sebelumnya mengatakan kepada kantor berita Inggris Reuters bahwa Mladic dibawa ke kantor pusat badan sandi Serbia setelah pejabat kementerian dalam negeri menyatakan polisi menahan seseorang, yang dianggap Mladic, dan memeriksa jatidirinya. “Ia memiliki beberapa ciri jasmani Mladic. Kami sedang mengaji DNA-nya,” kata pejabat itu dengan syarat tak dikenali, dengan menambahkan bahwa orang itu memegang dokumen dengan nama Milorad Komadic dan ditangkap berdasarkan atas bisikan orang tak diketahui.

Eropa Bersatu mengatakan penangkapan Mladic menunjukkan bahwa Serbia, yang di bawah Slobodan Milosevic mempersenjatai dan mendanai pasukan Serbia Bosnia selama perang itu, ingin bergerak maju bagi keanggotaan Eropa Bersatu. “Itu langkah maju penting bagi Serbia dan keadilan antarbangsa,” kata pernyataan Kepala Kebijakan Luar negeri Eropa Bersatu Catherine Ashton.

“Kami berharap Ratko Mladic diserahkan segera kepada Mahkamah Pidana Antarbangsa (ICTY) untuk bekas Yugoslavia. Kerja sama penuh dengan ICTY tetap penting bagi jalan Serbia menuju keanggotaan Eropa Bersatu,” tambahnya. Banyak nasionalis Serbia memuja Mladic.

Puluhan orang ditangkap dan luka pada 2008 di seluruh Serbia dalam kerusuhan menyusul penangkapan pemimpin politik Serbia Bosnia masa perang Radovan Karadzic. Tadic menyatakan tidak akan mengizinkan kekerasan seperti itu terulang. “Negara ini akan tetap tenang,” katanya, “Siapa pun mencoba menggoyang akan dihukum,” katanya. (republika.co.id, 26/5/2011)

Tentara Bahrain Hancurkan 45 Tempat Suci Umat Islam

Posted: 26 May 2011 08:57 PM PDT

Kepala Wakaf Ja’afari Bahrain, Ahmed Hussein, menyatakan bahwa pasukan rezim al-Khalifa menyerang 45 tempat suci selama beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Raja Hamad bin Isa Al Khalifa, Hussein mengungkapkan bahwa tentara Bahrain telah menghancurkan 28 masjid. ”Tentara Bahrain juga merusak tujuh masjid, delapan Husainiah dan dua makam di negara itu,” kata Hussein seperti dikutip situs Islamic Republic of Iran Broadcasting.

Hussein berharap rezim Bahrain akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk merekonstruksi masjid yang hancur dan memberikan kompensasi atas segala kerusakan.

Rezim Manama mulai menghancurkan masjid serta rumah-rumah kelompok oposisi sejak pasukan militer Arab Saudi dikirim ke negara itu untuk memberangus suara protes rakyat Bahrain.

Gerakan protes anti-pemerintah dinasti Al Khalifa di Bahrain dimulai sejak pertengahan Februari lalu. Sejak saat itu, rezim Manama melakukan berbagai cara untuk meredam aksi unjuk rasa damai rakyatnya sendiri.

Puluhan orang tewas dan banyak lagi ditangkap dalam penumpasan yang didukung Saudi di negara Arab yang menjadi sekutu dekat Washington dan rumah bagi Angkatan Laut Armada Kelima AS. (republika.co.id, 27/5/2011)