Search This Blog

Hizbut Tahrir Indonesia

Hizbut Tahrir Indonesia


Perilaku Seks Pelajar di Bali Mengkhawatirkan

Posted: 30 May 2011 11:15 PM PDT

Data Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Provinsi Bali yang menyebutkan 95 pelajar positif terjangkit HIV/AIDS sangat mengagetkan dunia pendidikan.

"Saya kira kondisi di Bali ini sudah memprihatinkan, saya juga dapat data bahwa sebenarnya tidak 95 tapi bisa dua sampai tiga kali lipat dari itu. Ini seperti gunung es yang tampak di permukaan hanya angka itu saja, padahal di bawah banyak yang belum terungkap," beber Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Masnah Sari saat berbicang dengan okezone melalui sambungan telepon, Selasa (31/5/2011).

Masnah melanjutkan, sebagai provinsi tujuan wisata internasional, Bali sangat rentan dengan penyebaran HIV/AIDS melalui seks bebas dan narkoba.

"Para turis di sana sudah biasa dengan perilaku seks bebas dan jarum narkoba, di pantai apalagi di tempat hiburan malam. Dampaknya akan ditiru anak-anak remaja usia sekolah sampai 18 tahun, sehingga mereka menjadi target ideal penyebaran HIV/AIDS," jelas Masnah.

Di saat bersamaan, lanjut Masnah, belum ada perlindungan maksimal yang diberikan pemerintah setempat untuk melindungi usia remaja. Jika dibiarkan, maka tidak mustahil ledakan kasus HIV/AIDS di Bali akan terjadi.

"Korbannya anak-anak usia sekolah harapan, masa depan bangsa. Kalau ini dibiarkan akan jadi apa nanti. Tidak mustahil terjadi ledakan kasus HIV/AIDS dan yang rugi kita, masa depan bangsa," ucapnya.

Masnah menambahkan, selain perilaku seks potensi penularan HIV/AIDS juga terjadi dari anak-anak yang dilahirkan para pekerja seks komersial (PSK).

"Para PSK di Bali juga ikut menularkan kepada anak-anak mereka. Ini juga berpotensi melakukan penyebaran virus," ujarnya.

Pada Senin kemarin, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bali melansir data sebanyak 95 remaja berusia 15-19 tahun di Bali positif terinveksi HIV/AIDS.

Pengajar Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dr Made Oka Negara menyebutkan sebagian besar apra remaja itu terinveksi karena perilaku seks bebas. Sementara penyebab dari jarum suntik atau IDU cendrung menurun.

Oka menuturkan fakta mengejutkan bahwa ada kasus kelompok pelajar SMP yang sudah aktif melakukan hubungan seksual setiap pekan secara rutin di lokalisasi.

Sebelum sampai ke sekolah di pagi hari, mereka pergi ke lokalisasi untuk berhubungan seksual dengan PSK. Ada budaya populer di kalangan kelompok pelajar ini yaitu mencari PSK yang belum melayani pelanggan lain.

Ironisnya, para PSK tetap saja melayani mereka dan tidak mempedulikan apakah pelanggan mereka masih berstatus pelajar atau tidak. (okezone.com, 31/5/2011)

Netanyahu: Amerika akan Gunakan Veto untuk Cegah Pengakuan Negara Palestina!

Posted: 30 May 2011 10:38 PM PDT

PM Israel Benyamin Netanyahu menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan hak veto dalam menghadapi setiap upaya otoritas Palestina untuk mendapatkan pengakuan negara Palestina secara sepihak.

Radio Israel mengutip dari Netanyahu yang mengatakan, “Bisa dipastikan Amerika Serikat menggunakan hak veto di Dewan Kemanan PBB, untuk mencegah pengakuan negara Palestina secara sepihak,” yang akan dilakukan otoritas Palestina para bulan September mendatang.

Sebelumnya Presiden Amerika Barack Obama telah menyatakan penentangannya terhadap upaya otoritas Palestina untuk meminta PBB mengakui negara Palestina di atas perbatasan tahun 1967.

Obama mengatakan,”Upaya Palestina ke PBB untuk menyelesaikan persoalan mereka tidak realistis.” Dia menambahkan, “Jika orang-orang Palestina menginginkan sebuah negara dengan melaksanakan hak menentukan nasib (sendiri) tidak akan mungkin bisa mengabaikan Israel, namun mereka harus berdialog dengannya.”

Di sisi lain, sumber-sumber politik Zionis Israel menyebutkan bahwa Netanyahu akan bertolak ke Italia pekan depan, untuk melakukan pembicaraan dengan rekan sejawatnya di Italia Silvio Berlusconi dan para pejabat lainnya, guna menyampaikan kepada mereka prinsip-prinsip Israel untuk mencapai kompromi politik. (republika.co.id, 31/5/2011)

Demokrasi “Ajaran Suci” Amerika Menebarkan Kebusukannya di Afghanistan

Posted: 30 May 2011 08:38 PM PDT

Pasukan NATO pada hari Ahad kemarin melancarkan serangan udara di Afghanistan selatan yang menyebabkan 12 anak-anak dan 2 orang  perempuan meninggal.

Hari demi hari demokrasi “ajaran suci” Amerika semakin telanjang kebusukannya, terutama di negeri-negeri kaum Muslim. Demokrasi yang untuk mempromosikannya Amerika harus menguras dana dalam rangka mendukung transformasi masyarakat Arab menuju demokrasi, semakin menunjukkan hakikat kebusukan dan kejahatannya, di Afghanistan dan Irak, yang keduanya oleh Amerika sebagai model percontohan untuk setiap perubahan di kawasan tersebut.

Pasukan NATO yang dipimpin oleh Amerika, terus melakukan pembantaian terhadap anak-anak, perempuan dan warga sipil yang tidak bersenjata selama beberapa tahun berlangsungnya pendudukan di Afghanistan. Bahkan beberapa fakta dan kejadian sebelumnya membuktikan kesengajaan mereka dalam membantai warga sipil oleh “regu kematian” yang berkali-kali menyulitkan para bonekannya dan membuatnya semakin terhina di mata rakyatnya.

Pasukan NATO terus melakukan pembantaian terhadap warga sipil, di pernikahan, pemakaman, masjid, dan perumahan selama sepuluh tahun, apakah semua pembantaian itu dilakukan karena faktor kesalahan? Apakah pasukan “negara-negara besar” yang mengklaim profesional dan berpengalaman, seperti pasukan NATO ini tidak belajar dari kesalahan selama lebih dari satu dekade? Ataukah kejahatan ini dilakukan dengan sengaja dan balas dendam terhadap rakyat Afghanistan karena kegagalan Amerika dan NATO yang begitu menyedihkan di Afghanistan, serta karena kebencian yang tertanam kuat dalam hati mereka terhadap kaum Muslim?

Demokrasi yang dibanggakan Amerika hanyalah topeng untuk melindungi kepentingan serta pengaruhnya di kawasan itu. Amerika berusaha memanfaatkan gelombang revolusi dan menyebarkan “janji manis” demokrasinya setelah kegagalan model perbudakan dan penindasan yang dijalankan oleh para penguasa bonekanya. Dengan ini, sebenarnya Amerika tidak ingin rakyat di kawasan tersebut keluar dari hegemoninya.

Adapun kepalsuan mulut besar Amerika terkait jaminan terhadap hak asasi manusia dan kehormatannya, maka kita telah melihat semua itu dalam praktek di Guantanamo, Abu Ghraib dan Bagram, serta sikapnya yang terus mendukung kejahatan yang dilakukan entitas Yahudi.

Dengan demikian, kaum Muslim harus menyadari bahwa Amerika dan pasukan NATO, serta negara-negara kolonial Barat yang begitu ambisi menjajah, merampas dan menjarah setiap potensi dan kekayaan di negeri-negeri kaum Muslim, mereka adalah musuh-musuh kaum Muslim. Sehingga tidak boleh dalam kondisi apapun berkoordinasi dengan mereka, serta memintanya bantuan militer atau politik. Sebab setiap meminta bantuan kepadanya atau menempatkan masalah-masalah kaum Muslim di pangkuannya, maka ini tidak lain adalah bentuk bunuh diri politik yang akan membawa celaka dan kerusakan terhadap kaum Muslim. Lihat, realitas di Irak dan Afghanistan yang tragis adalah bukti nyata atas semua itu.

Apakah orang yang berakal masih perlu melihat fakta-fakta lebih banyak lagi untuk bisa menyadari apa yang dimaksud dari gencarnya romosi Amerika terhadap demokrasinya yang begitu telanjang hanya menyebarkan kebusukan yang membuat umat menderita?

Sumber: pal-tahrir.info, 30/5/2011.

Ikhwanul Muslimin: Kami Tidak Akan Memaksakan Syariah Islam di Mesir

Posted: 30 May 2011 08:31 PM PDT

Partai Kebebasan dan Keadilan yang berasal dari Ikhwanul Muslimin di Mesir menegaskan bahwa jamaah tidak berusaha untuk memaksakan penerapan syariah Islam di negara ini. Jamaah menginginkan parlemen yang beragam setelah pemilu yang akan berlangsung pada bulan September mendatang.

Muhammad Mursi, ketua partai yang baru terbentuk dan akan bersaing dalam pemilu mendatang mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin memutuskan untuk mendirikan partai “yang secara khusus melakukan aktivitas politik guna memperebutkan kekuasaan. Dan dalam hal ini, partai terlepas dari jamaah terkait urusan keuangan, administrasi, dan juga sikap-sikapnya.”

Ia menambahkan: “Akan tetapi, partai dan jamaah mengemban perencanaan yang sama, di mana keduanya memiliki referensi yang sama, yaitu referensi Islam.”

Mursi membantah bahwa jamaah ingin menguasai parlemen mendatang. Ia berkata: “Kami tidak pernah menginginkan untuk bersendirian dalam kekuasaan; dan kami juga tidak perna menginginkan untuk menguasai parlemen, karena yang demikian ini tidak untuk kepentingan Mesir.”

Mursi membantah kekhawatiran kaum liberal tentang ancaman bagi status negara sipil. Ia mengatakan: “Partai dan jamaah menyerukan negara sipil. Dan negara Islam tidak lain adalah negara sipil. Sementara negara Mesir adalah negara sipil. Begitu juga konstitusinya masih menetapkan bahwa syariah Islam merupakan sumber utama perundang-undangan.”

Mursi menambahkan bahwa “Syariah Islam menjamin hak-hak semua orang, apakah mereka Muslim atau non Muslim.” Dalam kesempatan ini, Mursi kembali mengumumkan komitmen Ikhwan untuk tidak mendukung kandidat dalam pemilihan presiden, atau mendukung anggota Ikhwan manapun yang menjadi kandidat.”

Sehubungan dengan umat Kristen, Mursi mengatakan: “Kami ingin meyakinkan semua orang, bahwa kami menginginkan di parlemen ini saudara-saudara kami umat Kristen yang dipilih oleh rakyat Mesir, yakni anggota parlemen yang memeluk Islam dan Kristen berada dalam satu wadah, yang meleburkan mereka dalam satu peradaban.”

Ia mengatakan bahwa ada seratus orang Kristen telah menjadi anggota partai, di antaranya Rafiq Habib yang menjabat sebagai wakil ketua. Ketika ia ditanya bahwa partai akan menerapkan syariah yang melarang khamer. Mursi mengatakan bahwa “Parlemen yang akan memutuskan hal ini, bukan jamaah sendirian, seperti Ikhwanul Muslimin.”

Seputar pandangan partai terhadap kondisi ekonomi, Mursi mengatakan bahwa partai belum menyusun program ekonomi, “karena partai masih mengorganisir dirinya yang baru didirikan pada bulan April tahun ini.”

Dikatakan bahwa kaum liberal Mesir memperingatkan kemungkinan jamaah menggunakan pasal kedua Konstitusi yang menetapkan bahwa syariah Islam merupakan sumber utama perundang-undangan “untuk mewujudkan tujuan mereka sendiri.”

Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata yang memerintah Mesir sekarang telah membekukan konstitusi lama, dan mendeklarasikan konstitusi sementara, “namun materi yang menetapkan bahwa syariah Islam merupakan sumber utama perundang-undangan tidak berubah”. (aljazeera.net, 30/5/2011).

[VIDEO] Fokus: Cara Syariah Islam Mencegah Skandal Partai Politik

Posted: 30 May 2011 08:09 PM PDT

Sepak terjang partai politik di Indonesia kian memuakkan. Rasanya tak ada habisnya ulah yang dibuat oleh partai politik dalam menggerogoti uang rakyat.

Partai politik tak ubahnya mesin pencari uang di tengah rakyat yang tak kunjung berdaya.

Setelah diguncang skandal Bank Century yang tak jelas penyelesaiannya, Korupsi Gayus ,   rakyat kembali disuguhi pagelaran korupsi tingkat tinggi yang melibatkan partai politik .

Elit partai Demokrat yang  disebut-sebut terlibat dalam Kasus Suap pembangunan Wisma kasus suap wisma atlet Sea Games di Palembang, Sumatra Selatan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Nazar sebagai tersangka. Belum sempat diperiksa, ia kabur ke Singapura.

Hampir semua partai politik, terlibat kasus hukum, bukan hanya partai demokrat .

Kenapa skandal yang melibatkan partai politik negeri ini kerap terjadi ? Bagaimana solusi syariah Islam dalam masalah ini ? Untuk memperdalam hal ini kita akan mendiskusikan dengan Jubir Ismail Yusanto:

  1. Apa Sesungguhnya akar persoalan dari skandal partai politik yang terus terjadi ?
  2. Ada yang mengatakan, cost yang mahal, konsekuensi dari sistem demokrasi yang  memang sangat dibutuhkan oleh rakyat  ?
  3. Adakah sistem politik yang murah ?
  4. Bukan Priodisasi dibutuhkan, karena penguasa yang terlampau lama berkuasa akan cendrung korup ?
  5. Dalam sistem demokrasi terjadi money politics, dalam sistem Islam peluang itu juga mungkin terjadi,lantas apa bedanya ?


media

Download

ANTARA News - Nasional - Unik

ANTARA News - Nasional - Unik


Vietnam Larang Polisi Pakai Kaca Mata Gelap

Posted: 29 May 2011 07:09 PM PDT

Vietnam telah melarang polisi memakai kaca mata gelap, ngobrol, merokok dan memasukkan tangan ke dalam saku saat mereka bertugas di tempat umum, demikian laporan media.

Hizbut Tahrir Indonesia

Hizbut Tahrir Indonesia


[VIDEO] Gempita Konfrensi Rajab 1432 H

Posted: 30 May 2011 02:46 AM PDT

Jelang Konferensi Rajab 1432 H, Ratusan Ulama dan Tokoh Masyarakat Bengkulu Hadiri Workshop

Posted: 30 May 2011 02:07 AM PDT

HTI Press. Pada hari ahad, 29 Mei 2011 bertempat di Hotel Samudra Dwinka HTI-Bengkulu menyelenggarakan workshop Ulama dan Tokoh Rindu Syariah. Mulai jam 08.00 peserta mulai berdatangan, dan setelah mengisi buku tamu para peserta satu per satu memasuki aula Anggrek lantai 2. Peserta, yang kebanyakan adalah para ustadz dan ustadzah ini berasal dari Kota Bengkulu, Sukaraja, Tais, Kepahiang, Curup, Argamakmur, dan Ketahun. Bahkan ada seorang peserta dari Pulau Enggano, yakni Bapak Refli Zen Kaitaro yang bertindak selaku Kepala Suku Kaitaro. Kurang lebih 120 orang ini memenuhi ruangan tempat berlangsungnya workshop yang bertajuk peran dan tanggung jawab ulama dan tokoh masyarakat dalam penegakkan syariah.Topik pembahasan semacam ini memang tergolong langka di Kota Bengkulu. Barangkaliinilah yang menjadi pemicu kehadiran para ustadz dan ustadzah untuk mengetahui lebih jauh bagaimana visi syariah yang dikampanyekan oleh Hizbut Tahrir.

Setelah didahului dengan pemutaran video mengenai masa kejayaan umat islam dan problematika umat kekinian, Ustadz Rahmat Kurnia (DPP HTI) menguraikan satu per satu perkara penting yang di hadapi umat islam. Menurutnya, problematika umat yakni krisis multidimensi muncul akibat ditinggalkannya syariat islam dan digantikan oleh sekularisme dalam segala bidang. Termasuk berlarut-larutnya persoalan Ahmadiyah dan isu NII, tidak lain karena penguasa Indonesia tidak mampu menghadapiintervensi asing dalam bidang politik. Belum lagiintervensi dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya, pemerintah tidak berdaya menghadapiintervensi tersebut melalui perundang-undangan. Menurutnya, hal ini menunjukkan praktek negara korporatisme di Indonesia, yakni negara dikendalikan oleh penguasa dan pengusaha, bukan oleh rakyat.

Untuk itu Ustadz Rahmat Kurnia mengajak kepada para peserta agar bahu-membahu, berjuang sekuat tenaga demi tegaknya syariah islam dalam wadah Khilafah Islamiyah. Perjuangan menegakkan khilafah perlu dilakukan oleh semua komponen umat. Beliau berpesan agar dalam berdakwah tidak cukup memberi nasihat, tetapi harus ada upaya yang sungguh-sungguh untuk terwujudnya kembaliinstitusi yang diwariskan Nabiini. Setiap gerakan dakwah harus memfokuskan arah dakwahnya agar kekuatan umat bisa segera tampak. Para ulama dan tokoh masyarakat memiliki potensi yang besar dalam mewujudkan langkah dan cita-cita mulia ini. Demikian, Ustadz Rahmat Kurnia menjelaskan salah satu pertanyaan peserta.

Dalam sesi testimoni peserta, Ustadz Munir, SpdI mengajak kepada hadirin agar mendukung dan ikut berjuang bersama HTI. Menanggapi penyelenggaraan workshop, Kepala Suku Kaitaro dari Pulau Enggano yang juga Imam Masjid Malakoni mengatakan kepada salah seorang panitia,”Saya sangat setuju sekali dengan semua yang disampaikan oleh pembicara, sesuatu yang baru bagi saya yang tinggal di daerah terpencil. Harapan saya di Pulau Enggano yang terpencil ada da’i dari HTI yang menyampaikan pencerahan untuk masyarakat.”[]

Kemunafikan Inggris- Dukung Pemberontak Libya, Latih Tentara Saudi untuk Melawan Demonstran

Posted: 30 May 2011 01:05 AM PDT

Hal itu diungkapkan hari ini (29/5) bahwa Inggris adalah melatih tentara nasional Arab Saudi -pasukan elit yang digunakan untuk menghancurkan- demonstran anti rezim di Bahrain awal tahun ini mengakibatkan pembunuhan terhadap demonstran tidak bersenjata dan penangkapan serta penyiksaan terhadap lawan politik.

Mengomentari hal ini Taji Mustafa, perwakilan media Hizbut Tahrir di Inggris mengatakan: “kemunafikan kebijakan luar negeri Inggris secara nyata bisa dilihat untuk semua orang. Dalam pidatonya di Mansion House awal bulan ini, Menteri Luar Negeri William Hague mengatakan ‘kita berdiri hari ini dengan orang-orang yang bangkit melawan rezim tirani. ”

“Namun, pada saat yang sama Inggris memberikan pelatihan militer untuk diktator korup yang membunuh, memukul dan menyiksa para demonstran yang menentang pemerintahan tirani mereka.”

“Berita ini datang sebagai kejutan kecil kepada kita mengingat bahwa pada awal pemberontakan ini, Perdana Menteri Inggris Cameron berada di wilayah tanpa malu-malu menjual senjata rezim ini. Hanya beberapa minggu sebelum Gaddafi menjadi musuh publik nomor satu ia sedang dipeluk oleh kantor luar negeri Inggris, dan hanya beberapa hari setelah membantai ratusan orang, William Hague menyebut Bashar al Assad sebagai sang reformis! ”

“Pesan kami kepada masyarakat Timur Tengah adalah: perubahan yang nyata hanya akan datang dengan menghapus rezim dan pengaruh kekuasaan kolonial Barat yang mendukung mereka.”

“Semakin banyak orang menyadari bahwa meskipun Mubarak atau Ben Ali telah pergi, mereka belum melihat perubahan yang nyata. Semakin banyak orang menyadari bahwa Inggris, Amerika dan Eropa yang putus asa untuk mempertahankan pengaruh mereka di wilayah tersebut. Semakin banyak orang bisa melihat bahwa keterlibatan Barat di Libya lebih karena kepentingan minyak Inggris dan mencegah krisis pengungsi di Eropa daripada tentang dukungan berprinsip apapun untuk pemberontakan tersebut. ”

“Revolusi ini tidak akan menghasilkan perubahan nyata sampai masyarakat tidak hanya menghapus tiran, tetapi membangun kembali negara Khilafah Islam yang akan menghilangkan pengaruh pemerintah Barat yang mendirikan dan mendukung tiran ini sejak penghancuran negara Khilafah.”(www.hizb.org.uk, 29/5/2011)

Inspirasi Akbar : Adidaya Baru Indonesia, Bangkit Hanya Dengan Khilafah

Posted: 29 May 2011 11:33 PM PDT

HTI Press. Inspirasi yang lahir dari keimanan. Kemenangan Islam adalah sebuah kepastian. Mewujudkan hidup sejahtera di bawah Naungan khilafah Islam. Inspirasi yang senantiasa dipahamkan dan dibangkitkan di tengah umat oleh hizbut Tahrir ini, dikemas Hizbut Tahrir DPD Jatim pada Ahad (29/5) kemarin, sekaligus untuk songsong Konferensi rajab di 35 kota besar Indonesia bertajuk “HIDUP SEJAHTERA DI BAWAH NAUNGAN KHILAFAH”. Menurut M. ihsan, DPP Hizbut Tahrir Indonesia tema ini untuk mengingatkan umat akan masa keemasan Islam selama 14 abad di bawah naungan Khilafah Islam serta wajibnya diwujudkan kembali.

Pekik Takbir membahana di gelora pantjasila Jl indragiri surabaya, menyatukan hati 3000 peserta pejuang syariah dan khilafah yang hadir. Terlebih ketika team Inspirator Islam menyampaikan inspirasi akbar “Adidaya Baru Indonesia, Bangkit Hanya Dengan Khilafah”. Di pandu 2 orang syabab Hizbut Tahrir Surabaya, Team Inspirator Islam diantaranya Muhammad Ikhsan Abadi, M. Saiduddin, Hafidzuddin, Ibnu Ali Tammam, Hisyam Hidayat, Syaifullah dan Ketua DPP HT Indonesia, Rochmat S. Labib serta didukung multimedia bergantian menyampaikan inspirasi akbar untuk terwujudnya kembali kehidupan yang sejahtera di bawah naungan Khilafah. Tak kalah semangat mahasiswa yang telah bergabung dengan Hizbut Tahrir memerankan teatrikal perjuangan Hizbut Tahrir tuk mewjudkan kebali kehidupan Islam.

Walhasil, insiprasi akbar ini untuk meneguhkan hati pejuang syariah dan khilafah untuk selalu berjuang penuh keikhlasan –menyongsong kemenangan yang telah dijanjikan Alloh SWT– sebagaimana para ulama pewaris para nabi yang telah gigih berjuang dan dibuktikan sejarah mereka berjuang mewujudkan Khilafah untuk mensejahterakan umat. Sementara itu M.Rif’an, Ketua panitia Konferensi rajab Jatim secara singkat kesiapan pelaksanaan Konferensi Rajab 1432 H di Jawa Timur, pada Ahad 26 juni 2011 mendatang di Gelora Delta Surabaya.(lijatim)

Indonesia: Antara Islam dan Sekuler

Posted: 29 May 2011 09:56 PM PDT

HTI Press. Meski mayoritas jumlah penduduk Indonesia adalah muslim, namun bukan menjadi jaminan bahwa di Indonesia syariat Islam akan otomatis diberlakukan. Upaya  formalisasi syariat Islam dalam perjuangannya secara langsung berhadap-hadapan dengan para penganut sekuler. Pada mulanya sekularisme adalah paham yang memisahkan politik dari agama, namun dalam perkembangannya sekularisme menjelma menjadi faham ekstrim yang anti agama (khususnya Islam).

Di Indonesia sendiri, sekularisme dapat dilihat dari beberapa indikator diantaranya; mundurnya pengaruh agama, desakralisasi lembaga-lembaga keagamaan, individualistis dalam masyarakat, serta pemindahan kepercayaan/iman dan pola prilaku dari suasana keagamaan ke suasana sekular.

Hal tersebut mengemuka pada forum Halaqoh Islam dan Peradaban dengan tema syariat Islam, solusi untuk Indonesiaku, Ahad (29/5). Forum ini adalah forum kajian bulanan yang diadakan oleh DPD I Hizbut Tahrir Sulawesi Selatan, yang pada edisi 23 ini bertempat di Hotel La Macca kampus UNM, jalan Pettarani Makassar.

Tampil sebagai narasumber adalah Cendekiawan Muslim KH.M. Nur Abdurrahman, Tokoh Muhammadiyah Sulsel KH. Syamsuddin Latief, dan Humas DPD I HTI Sulsel Ir. Hasanuddin Rasyid.

KH.M. Nur Abdurrahman menyatakan bahwa gerakan sekularisme di indonesia cukup gencar, bahkan di dukung oleh Amerika. Beliau kemudian menceritakan tentang upaya Amerika mengirim seorang duta sekularisme ke Indonesia yakni Abdullah an-Na’im. Pemikiran sekularisme An-Na’im tertuang dalam bukunya “Islam dan Negara Sekuler, Menegosiasikan Masa Depan Syariah” ( terjemahan bahasa Indonesia).  Pemahaman ini sangat berbahaya karena  an-Na’im  berusaha memperkecil peran dan pengaruh hukum syariah dalam kehidupan publik ummat Islam. Bahkan lebih dari itu, Islam dan hukum syariah tidak bisa berperan sama sekali dalam ranah publik.

Sementara itu, KH. Syamsuddin Latief menegaskan bahwa seorang muslim tidak boleh menjadikan  sekularisme sebagai sebuah keyakinan. Kemudian lanjut beliau sekularisme inilah yang membuat ummat Islam menjadi lemah dan tidak berdaya. Terkait pergantian rezim yang senantiasa terjadi di negeri ini, menurut pandangan beliau mulai dari rezim orde lama sampai orde reformasi semuanya gagal total.

Sedangkan  Ir. Hasanuddin Rasyid menyatakan bahwa ummat Islam mesti waspada terhadap upaya Islamophobia. Seakan-akan  syariat Islam adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia, lebih lanjut ide penerapan syariat Islam coba di lekatkan dan di generalisasikan pada kelompok atau gerakan teroris. Padahal, menurut beliau jika mau jujur menilai, justru Islam adalah sebuah solusi. Selain karena memang wajib hukumnya bagi seorang muslim, Islam diyakini akan mampu mensejahterakan jika di implementasikan dalam kehidupan bernegara.[]

HIP Sulsel Edisi 23: Syariat Islam Solusi untuk Indonesiaku

HIP Sulsel Edisi 23: Syariat Islam Solusi untuk Indonesiaku

kiri-kanan. Ustd. Ali Wardana, S.Kom (moderator), KH. M. Nur Abdurrahman (cendekiawan muslim), Ustd. Ir. Hasanuddin Rasyid (Humas HTI Sulsel), KH. Syamsuddin Latief, BA (Tokoh Muhammadiyah Sulsel) (.jpg

kiri-kanan. Ustd. Ali Wardana, S.Kom (moderator), KH. M. Nur Abdurrahman (cendekiawan muslim), Ustd. Ir. Hasanuddin Rasyid (Humas HTI Sulsel), KH. Syamsuddin Latief, BA (Tokoh Muhammadiyah Sulsel)

Sambutan Ketua DPD I HTI Sulsel Ustadz Shabran Mujahidin

Sambutan Ketua DPD I HTI Sulsel Ustadz Shabran Mujahidin

sesi tanya jawab dan diskusi. kami sepakat syariat Islam sebagai solusi terhadap carut marutnya bangsa ini

sesi tanya jawab dan diskusi. kami sepakat syariat Islam sebagai solusi terhadap carut marutnya bangsa ini

HIP HTI Solo Raya: NII vs Khilafah

Posted: 29 May 2011 09:45 PM PDT

HTI Press. DPD HTI Surakarta untuk kesekian kalinya kembali menggelar Halaqoh Islam dan Peradaban (HIP) di gedung IPHI Baron Surakarta. Acara ini merupakan upaya untuk mengedukasi umat terkait dengan isu-isu yang sedang berkembang dipandang dari perspektif Islam sekaligus sarana untuk menyampaikan ide syariah dan khilafah ke tengah-tengah umat.

Tema yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah NII vs Khilafah. Acara yang penuh sesak dihadiri kaum muslimin dan muslimat itu menghadirkan dua orang pembicara yaitu Ust. Haris Abu Ulya selaku ketua lajnah siyasiyah DPP HTI dan Ust. Ahmad Faiz selaku DPD HTI Soloraya.

Pada kesempatan pertama Ust.Haris Abu Ulya memaparkan tentang isu yang baru hangat di tengah-tengah umat yaitu NII lebih khusus NII KW IX yang meresahkan. Beliau mensinyalir bahwa isu ini sengaja dibuat untuk menciptakan islmiphobia atau semacam ketakutan di tengah-tengah umat terhadap individu maupun jamaah da'wah yang berbicara tentang syariah Islam dan negara Islam yang ujung-ujungnya adalah menjauhkan umat dari perjuangan penerapan syariah yang diwajibkan Allah atas mereka. Padahal menurut beliau bahwa NII terutama NII KW IX sama sekali tidak memiliki visi politik untuk menegakkan negara Islam bahkan ada beberapa aktivitasnya yang bertentangan dengan syariah seperti penghalalan segala cara untuk mencapai target.

Pada kesempatan selanjutnya Ust. Ahmad Faiz mengkritisi ide-ide yang diadopsi oleh NII baik NII versi Kartosuwiryo maupun NII KW IX. Beberapa aspek ide-ide NII ada yang bertentangan dengan ajaran Islam misalnya adalah bentuk negara Islam. Mereka masih menggunakan bentuk Republik yang berasaskan sekulerisme dengan sistem pembagian kekuasaan, sedangkan ajaran Islam memiliki bentuk negara yang khas yaitua Khilafah yang berasaskan pada kalimat tauhid (aqidah Islam) dengan sistem kekuasaan tunggal.

Acara berlangsung cukup menarik. Beberapa hadirin pun juga turut berkontribusi dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada masing-masing pembicara. Sebelum acara diakhiri, Humas DPD HTI Soloraya menyampaikan agenda besar yang akan diselenggarakan HTI di seluruh penjuru Nusantara yaitu Konferensi Rajab. Akhirnya acara diakhiri dengan pembacaan do'a yang penuh khusyuk , bersama-sama memohon kepada Allah untuk segera tegakknya khilafah yang mengikuti metode kenabian. (MJH)

Pasukan Salibis Membantai 12 Bocah dan 2 Perempuan di Afghanistan

Posted: 29 May 2011 09:22 PM PDT

Para pejabat Afghanistan mengatakan pada hari Ahad (29/5) bahwa serangan udara pasukan yang dipimpin oleh NATO di Afghanistan Selatan membantai dua belas anak-anak dan dua perempuan, dalam salah satu operasi yang dilakukan oleh pasukan pendudukan, serta meninggalkan banyak korban sipil.

Gubernur provinsi Helmand dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa pangkalan militer Marinir AS mendapatkan serangan berupa tembakan dari orang-orang bersenjata di provinsi itu pada hari Sabtu (28/5). Insiden itu membuat pangkalan militer Marinir meminta bantuan dari pasukan pendudukan (ISAF) yang dipimpin oleh NATO.

Ia mengatakan: “Serangan udara ISAF menimpa dua rumah sipil. Sayangnya serangan itu telah membantai 14 warga sipil tak bersalah dan melukai enam warga sipil lainnya.”

Dalam pernyataan itu dikataan: “Di antara mereka yang meninggal itu adalah tujuh bocah laki-laki, lima bocah perempuan, dan dua orang perempuan. Sementara di antara enam korban yang menderita luka-luka itu ada tiga orang bocah.”

Warga Afghanistan mengatakan bahwa serangan pasukan pendudukan itu dilakukan pada malam hari, dengan sasaran rumah-rumah yang diklaim ada milisi bersenjata di dalamnya. Namun kenyataannya serangan itu lagi-lagi hanya mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban sipil yang tidak berdosa (islamtoday.net, 29/5/2011).

Awas Tertipu Kalam Racun Berlusconi: Islam Tidak Bertentangan Dengan Demokrasi

Posted: 29 May 2011 09:11 PM PDT

Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi pada hari Jum’at (27/5) menegaskan bahwa kekacauan yang telah mengguncang dunia Arab selama enam bulan terakhir, dan telah menggulingkan dua orang pemimpin otoriter di kawasan itu menunjukkan bahwa agama Islam dalam kondisi apapun tidak bertentangan dengan demokrasi.

Kantor berita Ahlul Bait “ABNA” hari Sabtu (28/5) mengatakan bahwa Berlusconi telah menyatakan ketika ia hadir dalam pertemuan puncak Kelompok Delapan (G-8) di Deauville, Prancis bahwa “Demokrasi tidak hanya sesuai dengan negara-negara Barat dan peradabannya, tetapi juga sesuai dengan bangsa Arab di kawasan Timur Tengah.”

Ia melanjutkan: “Pergerakan demokrasi di Timur Tengah yang terjadi melalui revolusi rakyat di Tunisia, Mesir, Yaman dan negara-negara Arab lainnya adalah produk dari pergerakan yang terjadi di masa lalu.”

Ia bertanya: “Siapa yang meramalkan akan jatuhnya komunisme Soviet, berakhirnya rasisme di Afrika Selatan, atau bahkan orientasi dan pergerakan bangsa Arab menuju demokrasi?”

Berlusconi menyimpulkan bahwa semua peristiwa ini menegaskan ternyata demokrasi ini dapat menancapkan akarnya dengan kokoh di negara-negara dengan budaya yang berbeda, seperti kokohnya demokrasi di negara-negara Barat, juga dapat memperluas revolusi itu ke negara-negara lain (mediaumat.com, 30/5/2011)

Umar dengan Umur

Posted: 29 May 2011 08:44 PM PDT

Umar bin Khattab (581-644) adalah khalifah yang telah membentangkan pengaruh Islam di sejumlah wilayah yang berada di luar Arab Saudi. Di masanya, Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara, dan Armenia, jatuh ke dalam kekuasaan Islam.

Kekuatan sebagai pemimpin sangat luar biasa, hadir berkat tempaan sang pemimpin agung, Muhammad Rasulullah SAW. Namun, dibalik kesuksesannnya sebagai pemimpin negara, Umar tetaplah seorang pribadi yang sangat sederhana.

Suatu hari, anak laki-laki Umar bin Khattab pulang sambil menangis. Sebabnya, anak sang khalifah itu selalu diejek teman-temannya karena bajunya jelek dan robek. Umar lalu menghiburnya. Berganti hari, ejekan teman-temannya itu terjadi lagi, dan sang anak pun pulang dengan menangis.

Setelah terjadi beberapa kali, rasa ibanya sebagai ayah mulai tumbuh. Tak cukup nasihat, anak itu meminta dibelikan baju baru. Tapi, dari mana uangnya? Umar bingung, gajinya sebagai khalifah tidak cukup untuk membeli baju baru. Setelah berpikir, ia pun punya ide. Umar menyurati baitul mal (bendahara negara).

Isi surat itu, (kira-kira bunyinya begini): “Kepada Kepala Baitul Mal, dari Khalifah Umar. Aku bermaksud meminjam uang untuk membeli baju buat anakku yang sudah robek. Untuk pembayarannya, potong saja gajiku sebagai khalifah setiap bulan. Semoga Allah merahmati kita semua.”

Mendapati surat dari sang Khalifah Umar, kepala baitul mal pun memberikan surat balasan. Bunyinya, kurang lebih begini: “Wahai Amirul Mukminin, surat Anda sudah kami terima, dan kami maklum dengan isinya. Engkau mengajukan pinjaman, dan pembayarannya agar dipotong dari gaji engkau sebagai khalifah setiap bulan. Tetapi, sebelum pengajuan itu kami penuhi, tolong jawab dulu pertanyaan ini, dari mana engkau yakin bahwa besok engkau masih hidup?”

Membaca balasan surat itu, bergetarlah hati Umar. Tubuhnya seakan lemas tak bertulang. Umar tidak bisa membuktikan bahwa esok hari ia masih hidup. Ia sadar telah berbuat salah. Ia bersujud sambil beristigfar memohon ampun kepada Allah.

Setelah memohon ampun, ia pun memanggil anaknya. “Wahai anakku, maafkan ayahmu. Aku tak sanggup membelikan baju baru untukmu. Ketahuilah, kemuliaan seseorang bukan diukur dari bajunya, melainkan dari kemuliaan akhlaknya. Sekarang, pergilah engkau ke sekolah, dan katakan saja kepada teman-temanmu bahwa ayahmu tak punya uang untuk membeli baju baru.”

Alangkah luar biasanya perhatian dan kewaspadaan seorang pemimpin dan bawahan. Mereka saling memberikan nasihat dan peringatan. Kisah ini menohok kesadaran kita tentang perilaku para pemimpin sekarang di negeri ini.

Alih-alih mengutamakan kesederhanaan dan kemuliaan akhlak, mereka malah saling berebut kekuasaan dan memperkaya diri dengan perilaku korup. Semua itu dilakukan tanpa rasa bersalah. Bahkan, antara atasan dan bawahan saling menutupi kesalahan satu sama lain. Tak heran bila Allah menimpakan azab demi azab (bencana) untuk menyadarkan kita agar senantiasa takut kepada-Nya. Wallahu a’lam. (republika.co.id, 30/5/2011)

Iran Sangkal Beli Produk Israel

Posted: 29 May 2011 08:39 PM PDT

Iran membantah informasi yang menyebutkan bahwa mereka telah melakukan hubungan dagang dengan Israel.

Kepala Kamar Dagang Iran, Mohammed Nahavandian membantah kabar yang menyebutkan sebuah perusahaan Iran telah membeli kapal produksi sebuah perusahaan asal israel.

“Berdasarkan hukum di negara ini, segala bentuk hubungan dagang dan transaksi ekonomi dengan rezim Zionis dan yang berkaitan dengan mereka adalah sebuah bentuk pelanggaran hukum,” kata Nahavandian.

Sebelumnya Washington menuduh sebuah perusahaan Israel, Ofer Brothers Group melakukan pelanggaran terhadap sanksi yang sedang diberikan kepada Iran dengan menjual kapal tangker seharga U$8,6 juta kepada perusahaan Iran, Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL).

Penjualan itu dilakukan pada bulan September tahun lalu dimana dunia masih memberlakukan sanksi ekonomi kepada Iran karena program nuklir mereka yang dinilai kontroversial.

Perusahaan Ofer Brothers Group sendiri telah membantah tuduhan tersebut sementara Pemerintah Israel telah membuka upaya penyeledikan terhadap persoalan ini.

Tuduhan seperti ini bukanlah yang pertama dikenakan kepada Israel, sebelumnya negara tersebut secara tidak langsung juga terlibat pengiriman helikopter ilegal kepada militer Iran lewat kerjasama dengan sebuah perusahaan asal Spanyol.

Namun seperti dikutip dari AFP upaya tersebut digagalkan oleh pemerintah Spanyol.

Iran sejauh ini tidak memberikan reaksi atas pemberitaan tersebut. (bbc, 30/5/2011)

Hizbut Tahrir Indonesia

Hizbut Tahrir Indonesia


HTI Kecam Raperda Kepariwisataan Lampung

Posted: 28 May 2011 09:53 PM PDT

Upaya DPRD Lampung mengegolkan rancangan peraturan daerah (raperda) kepariwisataan mendapat sandungan. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung mengecam isi beberapa pasal dalam raperda itu yang membolehkan sejumlah aktivitas usaha hiburan, seperti karaoke, live music, dan biliar tetap berlangsung selama bulan suci Ramadan.

Diketahui, dalam bab X pasal 41 ayat 2 dan 4 tentang waktu dan penyelenggaraan industri pariwisata memang ada catatan khusus yang menyatakan bahwa klab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin keping jenis bola tangkas, dan usaha bar, baik berdiri sendiri atau ada menjadi satu dengan jenis usaha, tidak boleh buka.

Namun, khusus untuk hotel berbintang, raperda ini memberi kelonggaran. Hotel berbintang tetap diperbolehkan menyelenggarakan seluruh aktivitas hiburan itu selama Ramadan. ''Karena itu, HTI Lampung menentang keras raperda ini," tegas Humas HTI Lampung Akhiril Fajri kemarin (27/5).

Menurutnya, ada beberapa alasan sehingga HTI menentang keras raperda itu. Pertama, HTI melihat raperda ini masih memberikan celah untuk melakukan berbagai aktivitas hiburan yang mengandung kemaksiatan. Karena itu, HTI mendesak pihak yang berwenang untuk menutup semua tempat hiburan malam yang melakukan perbuatan maksiat. ''Apabila tempat itu sudah ada yang ditutup, kami juga mendesak pemerintah daerah untuk tidak memberikan izin kepada usaha membuka usaha sejenis," beber Akhiril Fajri.

Kedua, setiap tempat-tempat hiburan yang mengandung kemaksiatan, seperti judi, minum-minuman keras, dan unsur pornografi/pornoaksi harus dihentikan karena itu adalah aktivitas yang dilarang dan dimurkai oleh Allah SWT. Apalagi kalau itu terus dijalankan pada bulan yang sangat mulia yaitu Ramadan.

''Kalau itu tetap dilakukan dan diberikan izin, pada gilirannya akan merusak kelangsungan hidup manusia, menghancurkan generasi muda, dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat di Lampung," urainya.

Ketiga, menyeru kepada pemerintah selaku penanggung jawab (ra'in) dan pelindung (junnah) bagi warga kota yang mayoritas muslim melalui pihak-pihak yang berwenang untuk membentengi umat Islam dari tempat-tempat hiburan yang berbau maksiat dengan melarang dan menindak tegas dan juga bersungguh-sungguh menjaga situasi serta kondisi politik, sosial, ekonomi, dan budaya agar tetap kondusif sehingga umat Islam dapat melaksanakan shaum Ramadan dengan khusyuk.

Keempat, menyeru kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa berpegang teguh pada syariah Islam dan terus menggelorakan semangat perjuangan penegakan syariah dan khilafah. ''Karena hanya dengan syariah dan khilafah, kehidupan akan menjadi lebih baik serta terbebas dari segala bentuk kemaksiatan dan akan menjadi masyarakat yang sehat," tegasnya.

Akhiril juga meminta pemerintah mengupayakan mengganti keberadaan tempat itu dengan sarana hiburan sehat dan halal, di mana di dalamnya tidak ada perkara yang dilarang agama seperti pornografi dan pornoaksi, miras, narkoba, zina, pergaulan bebas, dan sebagainya.(radarlampung.co.id, 28/5/2011)

Dasar Boneka Kapitalisme, Qatar Berencana Dirikan Bank Untuk Mendukung Demokrasi di Dunia Arab

Posted: 28 May 2011 09:47 PM PDT

Menurut surat kabar “Financial Times” yang diterbitkan hari Jum’at (27/5) bahwa Qatar sedang dalam pembicaraan dengan para mitranya di negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang kaya minyak, untuk mendirikan Bank Pembangunan di Timur Tengah dalam rangka mendukung negara-negara Arab dalam transisi menuju demokrasi.

Surat kabar itu mengatakan bahwa Qatar terinspirasi oleh gagasan Bank Pembangunan dan Rekonstruksi Eropa yang berkontribusi dalam mengembalikan pembangunan ekonomi dan masyarakat negara-negara Blok Timur pada akhir Perang Dingin.

Sumber-sumber terpercaya menegaskan bahwa rencana Qatar untuk mendirikan Bank Pembangunan Timur Tengah bertujuan untuk memberikan pinjaman puluhan milyar dolar setiap tahun dalam rangka mendukung perubahan politik di negara-negara Arab.

Koran tersebut mengutip dari sumber yang mengatakan bahwa “Qatar berusaha untuk mendapatkan dukungan dari Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab terkait rencana pendirian Bank Pembangunan Timur Tengah.”

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim Al Thani mengatakan, inisiatif itu telah dikemukakan awal pekan ini selama kuliah di Pusat Kajian Islam Oxford.

Sheikh Hamad berkata: “Ada banyak alasan yang membenarkan pendirian Bank Pembangunan Timur Tengah, termasuk kurangnya diversifikasi ekonomi dan tingginya tingkat pengangguran di kalangan anak muda. Sehingga ini dapat memobilisasi sumber daya dan potensi lokal, serta mengundang para ahli asing melalui bank ini.”

Surat kabar itu mengatakan bahwa para penguasa di Teluk merasa tidak nyaman dengan meluasnya berbagai aksi protes pro-demokrasi di dunia Arab. Namun mereka tidak ingin melihat Barat mengambil langkah-langkah bantuan keuangan untuk mendukung perubahan demokrasi di kawasan Timur Tengah (moheet.com, 27/5/2011).

Tunisia Putuskan Menutup Semua Situs Porno

Posted: 28 May 2011 09:37 PM PDT

Pengadilan Negeri di Tunisia telah membuat keputusan yang mengharuskan Badan Urusan Internet Tunisia untuk menutup semua situs porno sebab bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat Arab dan Islam di Tunisia.

Tiga pengacara Tunisia mengajukan gugatan untuk menutup situs-situs ini pekan lalu menyusul gelombang kritikan di situs jejaring sosial “facebook” dan di berbagai halaman surat kabar di Tunisia.

Para pengacara mengatakan bahwa “Situs-situs ini hanya memberikan dampak negatif terhadap kejiwaan, fisiologis, sosial dan pendidikan individu, serta bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat Arab dan Islam.”

Bak jamur di musim hujan, situs-situs porno bermunculan di Tunisia sejak dicabutnya pembatasan internet pada bulan Januari.

Situs “Business News” di Tunisia mengatakan bahwa tujuh situs porno menempati daftar 100 situs di internet yang paling banyak dikunjungi di Tunisia.

Ini yang kedua kalinya penutupan situs-situs di internet sejak penggulingan Presiden Ben Ali pada tanggal 14 Januari setelah sebuah revolusi rakyat yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia Arab.

Pihak berwenang Tunisia telah memutuskan untuk menutup empat situs pada awal bulan Mei ini atas permintaan militer dengan alasan yang masih belum diketahui.

Blogger Slim Amamou dan aktivis di bidang kebebasan berekspresi di Tunisia pada hari Senin (23/5) menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Menteri Negara Urusan Pemuda dan Olahraga dalam pemerintahan transisi Tunisia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kembalinya pengawasan atas internet, yang menurut pandangannya kebijakan ini sarat sekali dengan kepentingan politik (islammemo.cc, 27/5/2011).

Rezim Suriah Gunakan Mafia

Posted: 28 May 2011 09:30 PM PDT

Rezim Suriah terbukti menggunakan pasukan bergaya mafia untuk meredam aksi para pembangkang yang mengancam kekuasaan Presiden Bashar Al Assad.

Para mafia yang bekerja untuk Assad disebut “Shabiha”. Kelompok mafia itu menjalankan sebuah bisnis proteksi, penyelundupan dan bisnis kriminal lainnya, termasuk penyediaan pengawal untuk rezim.

Mafia tersebut sering memamerkan senjatanya, merampok uang tunai dan sering mengemudi dengan ugal-ugalan dan merampas apa pun yang mereka inginkan. Seperti dilansir Associated Press, Jumat (27/5/2011).

Arti Shabiha diduga berasal dari bahasa Arab, “shabah” yang artinya hantu. Tapi, seorang peneliti dari Yayasan Pembela Demokrasi di Amerika Serikat menyatakan, nama Shabiha berarti “seseorang yang memiliki impunitas dan kerap melakukan aksi penjarahan.”

Suriah bukanlah negara pertama yang menggunakan mafia. Sebelum revolusi Mesir, sudah banyak gank mafia telah menikmati kedekatannya dengan pemerintah atau elemen politik negara. (okezone.com, 27/5/2011)

Mahfud MD: Indonesia dalam Bahaya

Posted: 28 May 2011 09:05 PM PDT

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan Indonesia kini dalam kondisi bahaya. Tetapi bukan karena ancaman dari luar, melainkan akibat ancaman dari dalam negeri sendiri.

“Saat ini proses penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran, serta proses pembangunan demokrasi macet karena saling sandera menyandera,” katanya seusai melantik Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta, Sabtu (28/5).

Saling sandera itu, ujarnya, sangat nyata. Ia mencontohkan, jika A melakukan korupsi besar, proses hukum akan sulit dilakukan karena A sudah menyandera B. Padahal, B adalah orang yang harus menegakkan hukum. Itu terjadi karena B sudah disuap oleh A.

Demikian pula ketika A meminta C untuk menyelesaikan, C tidak bisa melakukan karena juga telah menerima suap. Menurut Mahfud, dalam kondisi seperti itu hampir tidak ada yang mampu menggunting simpul saling sandera tersebut.

Ia menambahkan, hal itu sangat mungkin terjadi karena ketika satu kasus terungkap, semua yang terlibat beramai-ramai meributkan dengan arah agar kasusnya mengambang hingga akhirnya tidak pernah selesai.

“Sampai saat ini mana kasus besar yang bisa sampai ke ujungnya? Tidak ada. Karena semua diselingkuhkan secara politik dan akhirnya macet karena tersandera,” katanya.

Guru Besar Fakultas Hukum UII itu menambahkan, ada cara lain yang dilakukan untuk menghilangkan kasus yang akan terungkap. Yaitu, dengan memunculkan kasus baru, sehingga kasus yang diributkan menjadi hilang. “Demikian, hingga akhirnya orang melupakan,” ujar mahfud.

Ketika ditanya contoh kasus saling menyandera yang dimaksudnya, Mahfud menolak menyebutkan. “Tidak usah menyebut kasus konkret,” tegasnya.

Menurut Mahfud, kondisi saling menyandera itu memang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup Indonesia. Sebab, bangsa atau negara yang tidak mampu menegakkan keadilan, maka negara itu hanya menunggu waktu untuk hancur. Ia menyebutkan, itu adalah fakta sejarah maupun berdasar ajaran agama.

Oleh karena itu, untuk keluar dari situasi semacam itu perlu ada proses penegakan hukum yang tidak pandang bulu. Yang bisa melalukannya, tambah Mahfud, adalah para pemimpin negara ini. Tetapi mereka harus orang yang bersih. (mediaindonesia.com, 28/5/2011)

150 Ribu Orang Mengungsi akibat Pertempuran di Sudan

Posted: 28 May 2011 09:00 PM PDT

Lebih dari 150.000 orang melarikan diri dari aksi kekerasan yang melanda wilayah perbatasan Abyei yang disengketakan dan daerah-daerah sekitarnya , kata seorang menteri Sudan Selatan, Jumat (27/5).

“Situasi mencekam– lebih dari 150.000 orang meninggalkan Abyei dan daerah-daerah sekitarnya,” kata Menteri Urusan Kemanusiaan James Kok Ruea.

Pasukan Sudan Utara merebut wilayah perbatasan itu pekan lalu, satu tindakan yang dikecam negara-negara internasional yang memperingatkan tindakan itu adalah satu ancaman bagi perdamaian antara utara dan selatan.

“Wanita, anak-anak, orang tua– mereka lari ketakutan tanpa perlidungan akibat aksi kekerasan yang kejam,” kata Ruea, sebelum menilai dampaknya pada daerah-daerah itu.

Jumlah itu jauh lebih besar dari perkiraan PBB sebelumnya tetapi angka itu didasarkan pada jumlah orang yang benar-benar telah dihitung.

Banyak dari mereka mengungsi itu diduga menghindari jalan-jalan utama dan bersembunyi di semak-semak sekitar karena khawatir diserang pesawat Sudan utara.

“Penduduk dalam jumlah besar terus bergerak melalui jalur semak-semak,” kata satu laporan penilaian PBB yang dibacakan Jumat.

Ruea mengatakan tidak jelas berapa jumlah dari 110.000 warga Abyei yang lari ke selatan.

Patroli-patroli udara dan darat mencari penduduk yang melarikan diri tidak menemukan jejak mereka di Abyei, yang mengindikasikan daerah itu kosong kecuali “kehadiran banyak pria-pria bersenjata,” katanya.

“Misi pengawas udara terbang di atas 10 desa utara dan selatan kota Abyei,” kata laporan itu.

Perkiraan PBB itu adalah konservatif karena laporan-laporan kedatangan pengungsi terus mengalir.

“Sampai 26 Mei, mitra-mitra kemanusiaan memperkirakan lebih dari 30.000 orang menuju selatan,” tambahnya.

Masa depan Abyei adalah paling peka dari sejumlah masalah yang kedua pihak perjuangan untuk mencapai persetujuan sebelum kemerdekaan penuh wilayah selatan Juli mendatang. (mediaindonesia.com, 28/5/2011)

Skenario Dibalik Operasi Abbotabad

Posted: 28 May 2011 08:49 PM PDT

Opersi pembunuhan Osama bin Laden yang dilakukan oleh AS dan otoritas Pakistan, yang berlangsung di kota Abbotabad, bukan di pegunungan Tora Bora atau di gua-gua Afghanistan, membawa banyak implikasi terhadap masa depan kebijakan AS di kawasan ini, terutama bagi Pakistan.

Tujuan dari pembunuhan bin Laden di rumahnya di Abbotabad, yang jaraknya kurang dari satu kilometer dari Akademi Tentara Pakistan adalah untuk mencapai tujuan-tujuan berikut:

1.    Untuk membuktikan kepada dunia dan rakyat Amerika khususnya, bahwa invasi ke Afghanistan telah mencapai tujuannya.

2.    Mengumumkan kemenangan. Sehingga dengan ini Obama bisa mewujudkan janjinya untuk menarik sebagian pasukan AS dari Afghanistan, tanpa menunjukkan kekalahan dalam peperangan ini.

3.    Untuk mengubah perhatian dunia terhadap Pakistan, yang dianggapnya sebagai sarang para teroris yang sesungguhnya.

4.    Untuk meciptakan opini umum bahwa AS dapat beroperasi di Pakistan meskipun tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Pakistan atau militer.

5.    AS ingin mematahkan kehendak kaum Muslim Pakistan. AS ingin kaum Muslim di samping pemerintahannya menerima kenyataan bahwa mereka adalah budak, sehingga mereka harus senantiasa menerima setiap dikte (perintah) AS.

Beberapa wartawan dan analis politik di media telah menggiring dengan argumen utama mereka untuk menerima setiap dikte (perintah) AS, yaitu:

Pertama. mengambil bantuan dari AS. Sehingga kami tidak memiliki pilihan apapun selain mengikuti AS.

Kedua, AS sangat kuat. Sementara kami tidak mampu untuk melawannya. Dan jika kami melwannya, maka nasib kami akan menjadi seperti nasib Afghanistan.

Sebua promosi dengan argumen yang sama dilakukan oleh lembaga militer dan Kepala Staf PAF, Marsekal Rao Qamar Sulaiman untuk mengintimidasi massa dan menutupi pengkhianatan para pemimpin.

Setelah pelepasan Raymond Davis, maka operasinya di Abbotabad merupakan pukulan baru dan kuat bagi kepemimpinan militer negara.  Sungguh begitu telanjang bahwa AS tidak mungkin melakukan operasi ini tanpa keterlibatan komandan militer. Begitu juga tidak mungkin AS berani menanggung risiko jika belum mendapatkan lampu hijau dari kepemimpinan Pakistan.

Meskipun ada keraguan yang menyelimuti seputar operasi tersebut, seperti AS membiarkan “para istri dan anak-anak” Osama bin Laden Osama yang membuat masyarakat percaya bahwa tidak ada target yang berharga. Padahal sebelumnya AS tidak pernah menghormati sama sekali anggota keluarga mujahidin Arab yang tidak bersalah. Bagaimana mungkin meninggalkan apa yang bisa menjadi tambang emas informasi. Bahkan lebih dari itu, AS tidak menunjukkan bukti bahwa ia memilik mayat Osama bin Laden.

Sekalipun demikian, bahwa insiden ini telah menelanjangi Kepemimpinan Tertinggi Militer yang selama ini bersembunyi di balik kepemimpinan politik yang korup, seperti Zardari. Mereka tidak dapat menjelaskan alasan mereka membiarkan drama di Abbottabad ini, yang jelas-jelas merusak dan melanggar kedaulatan Pakistan. Sehingga hal ini menyebabkan murka yang besar di antara perwira militer Pakistan, yang mengatakan bahwa “petualangan seperti ini di masa depan dapat menyebabkan peninjauan kembali terhadap peran Pakistan dalam perang melawan terorisme.”

Media pun ramai-ramai memberitakan tentang masalah ini, serta membongkar peran Panglima Militer Jenderal Ashfaq Parvez Kayani dan Direktur Jenderal Intelijen Pakistan Ahmed Shuja Pasha. Dengan demikian, kepemimpinan militer tampak sangat lemah, sehingga ini yang pertama kalinya mereka terpaksa membayar berbagai aksi demonstrasi di kota-kota besar di Pakistan untuk mendukung militer dan badan intelijen Pakistan.

Apalagi berbagai laporan pelayanan public telah memberikan gambaran yang jelas tentang perasaan dalam tubuh militer, yang mengatakan bahwa “Kayani tokoh terkemuka yang memiliki perasaan terhormat dengan kedatangan John Kerry, di mana pembicaraannya fokus seputar masalah militer Pakistan, dan kemarahan di antara jajaran militer disebabkan insiden Abbotabad.”

Bahkan dalam hal ini, Cina pun tidak tinggal diam, melainkan mengeluarkan pernyataan yang mengancam. Mereka mengatakan: “Cina memperingatkan dengan tegas bahwa setiap serangan terhadap Pakistan adalah serangan terhadap Cina.”

Kemarahan di jalan-jalan melawan AS dan bonekanya dari para politisi dan militer telah mencapai puncaknya. Dan sekali lagi media dan analis politik menemui jalan buntu. Pakistan mendidih dan asap semakin siap untuk membuat perubahan. Sehingga satu-satunya yang tersisa adalah, bahwa kewajiban orang-orang yang ikhlas di antara masyarakat adalah melayangkan pukulan terakhir terhadap rezim ini.

Wahai para perwira yang ikhlas dalam angkatan bersenjata. Sungguh ini adalah waktu yang telah dinati-nanti oleh umat terhadap kalian. Untuk itu bangkitlah dan jadilah para pejuang Islam, ubahlah Pakistan seperti Madinah al-Munawwarah, dan serahkanlah tampuk kekuasaan kepada pimpinan yang ikhlas dari Hizbut Tahrir, untuk dapat menerapkan syariah Islam dan mewujudkan kemuliaan bagi agama dan umat Rasulullah Saw ini (Naveed Butt, juru bicara resmi HT di Pakistan).

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 27/05/2011.

200 Perusahaan Israel Membangun Jaringan Bisnis Dengan Iran

Posted: 28 May 2011 08:27 PM PDT

Surat kabar Israel “Ha’aretz” pada hari Kamis (26/5) mengumumkan bahwa pemerintah Israel mengabaikan fakta adanya sekitar 200 perusahaan Israel membangun jaringan bisnis dengan Iran.

Surat kabar itu melaporkan bahwa hubungan dagang yang dibangun Israel dengan Iran meliputi investasi sektor energi Iran, yang digunakan untuk mengembangkan proyek nuklir di Iran.

Surat kabar Israel “Ha’aretz” mengungkapkan hal ini setelah kemarin pemerintah AS memutuskan untuk menjatuhkan sanksi pada perusahaan Israel “Tanker Pacific” miliki Ofer Brothers Group karena menjual kapal tanker minyak ke Iran.

Menurut surat kabar berbahasa Ibrani ini bahwa penyelidikan juga dilakukan terhadap Departemen Pertahanan Israel terkait perjanjian antara perusahaan Israel dan Iran setelah ada berita tentang keterlibatan departemen ini.

Hal senada juga dilaporkan oleh surat kabar Israel “Yedioth Ahronoth” bahwa Israel mengekspor ke Iran, khususnya alat-alat produksi pertanian, termasuk pupuk organik dan dan hormon untuk produksi susu dan sereal (almokhtsar.com, 27/5/2011).

Pendudukan Kembali Setor Tujuh Nyawa Tentaranya di Afghanistan

Posted: 28 May 2011 08:21 PM PDT

Pasukan pendudukan (ISAF) yang dipimpin oleh NATO mengumumkan bahwa tujuh tentaranya telah tewas pada hari Kamis (26/5) dalam sebuah ledakan bom yang ditanam di pinggir jalan di Afghanistan selatan.

Pasukan pendudukan (ISAF) tidak menetapkan kebangsaan dari mereka yang tewas. Namun demikian, pasukan AS, Inggris dan Kanada merupakan pasukan pendudukan terbesar yang berada di Afghanistan selatan. Sepanjang tahun 2011 ini 200 orang tentara pasukan pendudukan telah tewas di Afghanistan.

Pada hari Selasa (24/5) NATO mengumumkan tentang kecelakaan helikopter miliknya di Afghanistan barat, namun tidak ada korban di antara pasukannya.

Sementara itu “ISAF” mengatakan bahwa lokasi kecelakaan telah diamankan. Sedang awaknya tidak ada yang cedera dalam insiden ini. Dan sejauh ini tidak ada penjelasan lebih rinci.

Bahkam hingga saat ini belum ada rincian keterangan apapun tentang penyebab dari kecelakaan helikopter militer, yang merupakan insiden kedua dari insiden yang sama dalam satu bulan ini (islamtoday.net, 26/5/2011).