Search This Blog

Showing posts with label Kemitraan Komprehensif. Show all posts
Showing posts with label Kemitraan Komprehensif. Show all posts

10 Poin Kemitraan Indonesia AS

Bisnis Syariah,  Tukar Link, Directory Ali Ashari, Ali Ashari

Analisis Terhadap Release resmi hasil pertemuan Menlu AS Hillary Clinton dan Menlu RI Marty Natalegawa beserta delegasi masing-masing dalam rangka Kemitraan Komprehensif Indonesia-AS di Washington D.C., dikeluarkan pada tanggal 17 September lalu. Di dalam release juga dijelaskan Rencana Aksi sebagai panduan implementasi Kemitraan Komprehensif. (lengkapnya bisa dilihat: http://www.state.gov/r/pa/prs/ps/2010/09/147309.htm)

Dari substansi kemitraan, ada beberapa catatan penting sebagai berikut:
1.    Langkah ini adalah formalisasi dan pemberian kerangka bagi kerjasama yang sudah dibicarakan sebelumnya bahkan pada beberapa area sudah sampai pada tataran teknis, misalnya dalam masalah peningkatan perdagangan, investasi, pertahanan dan keamanan, kesehatan dan sains.  Menlu Marty Natalegawa pada Jumat 19/3/2010 dalam mengomentari penundaan kunjungan Obama menyatakan, “Penundaan tidak mengganggu semua persiapan yang sudah dilakukan. Semua persiapan substansi sudah matang, antara lain Comprehensive Partnership Agreement, perjanjian di bidang investasi, perjanjian tentang kerja sama teknologi, dan lain-lain, dari sisi substansi sudah siap semua”. Dalam bidang kesehatan menurut Staf Ahli Menteri Kesehatan Makarim Wibisono, kemitraan strategis yang rencananya akan ditandatangani saat kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia, juga mencakup bidang kesehatan, yakni bidang penelitian biomedis dan health science, termasuk virus.  Ia menyatakan : “Tapi kita menyelesaikan pekerjaan kerjasama di public health research itu enggak harus sebelum kedatangan Obama selesai kan. Kita harus bekerja dengan benar, leluasa, mencari formula yang sifatnya win-win”. Sementara di sisi ain, pertemuan-pertemuan bagian dari persiapan Kemitraan Komprehensif di masing-masing bidang juga sudah terjadi, diantaranya tercantum dalam release yang dikeluarkan kedubes AS 28 Juni .

2.    Persiapan ke arah Kemitraan Komprehensif ini sudah direncanakan sejak lama bahkan terlihat pemilihan para menteri di kabinet sekarang dan pejabat lainnya yaitu dipilihnya orang-orang yang dekat dan disukai “Amerika” misal, Purnomo jadi Menhan, Endang jadi menkes, Mari Elka tetap jadi Mendag, SMI jadi menkeu meski ditengah jalan terpaksa diganti Agus Martowardoyo, Marty yang sebelumnya banyak berkiprah di PBB dan AS jadi Menlu, lalu Dino Pati Djalal jadi dubes berkuasa penuh untuk AS.

3.    Hal di atas sudah dinyatakan oleh Thomas B. Pepinsky, asisten profesor pemerintahan di Cornell University, yang menulis di Asia Pacific Bulletin nomor 42, 17 Agustus 2009: “Sebagai persiapan SBY untuk periode keduanya, AS dan Indonesia merencanakan “Kemitraan Komprehensif” yang baru untuk memperkuat hubungan bilateral.  Pada saat yang sama Indonesia menghadapi sejumlah tantangan -termasuk tantangan akut krisis ekonomi global, tantangan kronis mengatur negeri sedang berkembang yang besar dan beragam, dan ancaman terorisme yang diperbarui- akan menguji pemerintahan SBY.  Respon SBY terhadap tantangan itu akan membentuk jalan hubungan bilateral Indonesia-AS ke depan.  Semua sinyal mengindikasikan bahwa platform SBY untuk melanjutkan pembangunan ekonomi, reformasi dan keamanan dalam negeri hanya tepat untuk menempa kemitraan baru Indoneisa dengan AS.”  Ia juga menyatakan bahwa pemilihan wapres Boediono, dan mendag Mari Elka Pangestu dan Menkeu SMI, lebih untuk menguatkan pendekatan pasar dalam mengatur ekonomi.  Menurutnya, kebijakan yang difokuskan pada pasar dan berorientasi keluar akan menjadi pusat bagian terpenting dalam hubungan ekonomi Indonesia dengan AS.  Menurutnya, perhatian pada keamanan juga akan menjadi pembentuk hubungan Indonesia-AS.  Ia menyimpulkan bahwa kebijakan SBY pada periode kedua hanya akan mengalami perubahan kecil dibanding periode pertama.  Indonesia akan tetap melanjutkan model pembangunan berorientasi keluar -sesuai dengan kondisi unik Indonesia- dan pemerintahan SBY akan terus memprioritaskan stabilitas dan keamanan dalam negeri seraya melanjutkan beberapa agenda penting reformasi pemerintahan.  Ini adalah prioritas yang dishare oleh pemerintahan Obama untuk Indonesia. Disamping semua kebijakan itu, koneksi personal Obama dengan Indonesia, terpilihnya SBY dengan wapres Boediono, pemilihan pejabat kabinet SBY, dsb akan berpengaruh dalam membentuk hubungan Indonesia-AS.  Dengan semua alasan itu menurutnya pemerintahan Obama harus memandang periode kedua SBY sebagai hasil pemilu terbaik untuk membangun kemitraan AS dengan Indonesia.  Ia mengakhiri tulisannya ” SBY dan tim barunya adalah mitra ideal bagi kemitraan komprehensif baru pemerintahan Obama dengan Indonesia”. (sumber: EastWestCenter.org/apb)

4.    Penandatanganan Kemitraan Komprehensif ini adalah pelembagaan dari komitmen SBY -SBY adalah yang pertama kali menyerukan kemitraan strategis Indonesia-AS pada November 2008 dan belakangan diubah menjadi Kemitraan Komprehensif- dan Obama -Obama menyambut seruan SBY dan langsung menindaklanjuti dengan mengutus Hillary Clinton pada Februari 2010.  Hillary segera setelah pelantikan Obama menyatakan bahwa pemerintahan Obama berkomitmen untuk bekerja ke arah kemitraan semacam itu dipandu oleh agenda yang konkret- untuk menguatkan dan memperdalam kerjasama RI-AS bersifat jangka panjang dan menjadikan persahabatan RI-AS sebagai persahabatan abadi.  Bisa dikatakan kesepakatan ini mengabadikan hubungan RI-AS.  Dengan kata lain melanggengkan kontrol dan hegemoni AS atas Indonesia.  Siapapun presiden RI pasca SBY, maka harus menjalankan kesepakatan ini dan tidak boleh keluar dari koridornya.  Ini menjadi sinyal bahwa presiden pasca SBY haruslah orang yang menerima dan mendukung sepenuhnya kesepakatan ini.  Jika tidak maka akan “dihabisi” oleh AS dan orang-orangnya di Indonesia.

5.    Komisi Bersama ini yang diketuai Menlu AS dan Menlu RI merupakan komponen kunci dari implementasi Kemitraan Komprehensif.  Artinya semua implementasi Kemitraan Komprehensif ini di bawah kendali kementerian luar negeri.  Ini juga sejalan dengan laporan tahunan kementerian luar negeri dimana banyak dialog, seminar dan sebagainya seperti seminar yang dilakukan oleh ICIS, dialog toleransi, dialog antar agama, dsb, semuanya adalah proyek kementerian luar negeri.

6.    Kemitraan Komprehensif ini adalah bentuk nyata penggunaan soft power pemerintahan Obama. Tentu tujuannya adalah memperdalam pengaruh dan kontrol AS atas negara yang dijadikan sasaran soft power itu dalam hal ini adalah Indonesia.  Kalau pada dua kali masa jabatan Bush, pendekatan hard power lebih mengemuka dan menghasilkan resistensi luar biasa dari dunia khususnya negeri muslim, maka beda halnya dengan soft power ini relatif tidak mendapatkan resistensi dari dunia bahkan disambut dengan tangan dan hati terbuka dan dianggap sebagai kebaikan AS -kecuali oleh pihak-pihak yang ideologis di dunia Islam-.  Begitu pula yang terjadi dengan Kemitraan Komprehensif ini.  Banyak pihak di negeri ini tidak menganggapnya sebagai intervensi dan kontrol AS atas Indonesia.  Justru mereka anggap sebagai kebaikan AS kepada Indonesia.  Mereka juga menggangap Kemitraan Komprehensif seperti ini sudah berada pada arah yang benar.

7.    Hegemoni AS atas suatu negeri akan berjalan berdasarkan sistem yang dirancang -didektekan- oleh AS.  Namun implementasinya tetap dijalankan oleh orang-orang AS di negeri sasaran yang menjadi antek mereka baik sadar maupun tidak.  Pada era Bush masalah regenerasi orang ini tidak mendapat perhatian berarti.  Maka Kemitraan Komprehensif ini terutama bidang pendidikan, dan pengembangan kapasitas SDM, bisa juga diartikan untuk menjamin terbentuknya generasi baru penerus agen-agen AS yang sudah ada.
8.    Secara umum dan keseluruhan, Kemitraan Komprehensif ini akan memperdalam dan melanggengkan intervensi, pengaruh dan hegemoni AS atas Indonesia.  Semua itu dengan kemitraan ini akan menjadi lebih komprehensif, melihat cakupan kemitraan yang yang begitu luas dan adanya kesiapan untuk memperluasnya ke sektor-sektor dan area kegiatan lainnya.

9.    Umat perlu sadar, eksistensi hegemoni AS atas negeri-negeri Islam (Indonesia khususnya) bisa berjalan nyaris tanpa hambatan karena kontribusi dan sikap hipokrit dari para penguasanya. Dan AS  memberikan reward (hadiah) dengan dukungan penuh untuk mendudukkan para “komprador” ini di berbagai posisi strategis kekuasaan negeri  Islam.

10. Sesungguhnya Indonesia merdeka secara fisik, tapi masih dalam  ketiak penjajahan  bangsa Barat (AS dan sekutunya) dalam berbagai aspek (Ekonomi, Politik keamanan, Sosial budaya, dan hukum). Dalam konteks inilah, umat perlu “melek” dan menyuarakan kemerdekaan yang hakiki untuk Indonesia. Membebaskan dari imperialisme Barat (AS cs), dan dikembalikan kepada kehidupan dengan sistem yang sesuai fitrah, memuaskan akal, dan bisa melahirkan ketentraman batin (kalbu) dan itu tidak lain adalah Islam. Sistem yang sohih, media mencapai sa’adah (kebahagiaan) dan kamal (kesempurnaan) hidup di dunia dan akhirat. (wallahu a’lam bisshowab)

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Haram Bagi Thogut Masuk ke Masjid Istiqlal

Bisnis Syariah,  Tukar Link, Directory Ali Ashari, Ali Ashari

Masjid Istiqlal, sesuai dengan namanya, adalah masjid yang menjadi simbol kemerdekaan negeri ini dari penjajahan. Karena itu, kunjungan seorang Presiden negara penjajah ke masjid ini, sadar atau tidak, jelas telah menodai masjid yang menjadi simbol kemerdekaan itu. Alih-alih mengusir penjajah, sebagaimana yang dilakukan oleh para pahlawan kemerdekaan, justru pemerintah dan kaki tangannya malah menerima, dan membentangkan karpet merah untuk menyambut kedatangannya, bahkan menginjak-injak simbol kemerdekaan.


Memang benar, bahwa Obama kecil pernah tinggal di Indonesia, sebagai rakyat biasa, tetapi fakta Obama kecil tidak bisa digunakan untuk menghukumi Obama sekarang. Karena, dia kini jelas-jelas telah menjadi seorang Presiden AS, yang bukan hanya telah menjajah negeri-negeri kaum Muslim, tetapi tangannya pun masih berlumuran darah umat Islam, baik di Palestina, Irak, Afganistan maupun Pakistan. Karena itu, status Obama sekarang berbeda dengan Obama kecil. Obama sekarang adalah kepala negara Kafir Harbi fi’lan, dimana negaranya secara nyata sedang berperang dengan negeri-negeri kaum Muslim.

Hukum menerima Obama sebagai Presiden negara Kafir Harbi fi’lan jelas telah diharamkan oleh Islam, apalagi kedatangannya di Indonesia untuk menandatangani Kemitraan Komprehensif, yang sejatinya merupakan legalisasi penjajahan komprehensif AS terhadap Indonesia dalam segala bidang. Islam telah menetapkan, bahwa orang Kafir Harfi fi’lan hanya diperbolehkan masuk dan mendapatkan jaminan keamanan (al-amân), karena satu faktor, yaitu untuk mempelajari Islam, sebagaimana yang dinyatakan dalam al-Qur’an:
وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّـهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ ﴿٦﴾

“Dan jika seorang di antara orang-orang Musyrik itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (Q.s. at-Taubah [09]: 06)


Selain itu, meski ada ikhtilaf di kalangan ulama’, menurut pendapat yang paling kuat, menerima mereka sama sekali tidak diperbolehkan. Terlebih, jika kedatangannya bukan untuk mempelajari Islam, tetapi untuk melegalkan dan melanggengkan penjajahannya di negeri ini, maka hukumnya haram. Dengan tegas Allah menyatakan:
وَلَن يَجْعَلَ اللَّـهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا ﴿١٤١﴾

“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (Q.s. an-Nisa’ [04]: 141)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan jalan kepada mereka untuk menghancurkan negara orang-orang Mukmin, melenyapkan jejaknya dan membolehkan harta mereka.” (al-Qurthubi, al-Jâmi’ li Ahkâmi al-Qur’ân, V/417).

Karena itu, dengan tegas ayat ini mengharamkan siapapun untuk memberikan jalan kepada kaum Kafir untuk menguasai, menjajah dan menghancurkan negeri kaum Muslim, baik dengan menggunakan kekuatan fisik, seperti pendudukan, maupun non-fisik, seperti ekonomi, politik, pendidikan, budaya dan lain-lain. Kemitraan Komprehensif yang akan diteken oleh Presiden AS, Barack Obama, dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono, adalah alat penjajahan AS terhadap Indonesia. Perjanjian ini merupakan alat yang digunakan oleh AS, bukan hanya untuk melanggengkan penjajahannya, tetapi juga untuk memperluas bidang jajahannya, sehingga semakin memperkokoh penjajahannya di negeri ini.

Sebagaimana penggunaan istilah “Kemitraan Komprehensif”, yang menyesatkan, karena nyatanya bukan kemitraan, tetapi penjajahan, dengan tujuan agar rakyat negeri ini tidak marah dan melakukan perlawanan, maka dipilihnya Masjid Istiqlal sebagai salah satu tujuan kunjungan Obama juga merupakan bagian dari penyesatan. Karena sesungguhnya ini merupakan politik pencitraan, yang digunakan untuk mencitrakan dirinya bersahabat dengan Islam. Harapannya, Obama dan AS, bisa diterima sebagai sahabat umat Islam, karena telah menunjukkan penghormatannya kepada simbol agama umat Islam. Padahal, tangannya masih berlumuran darah umat Islam. Di tempat lain, tangan Obama juga digunakan untuk menghancurkan masjid di Pakistan, termasuk masjid al-Aqsa di Palestina.

Karena itu, kunjungan Obama ke Masjid Istiqlal sesungguhnya bukan merupakan bentuk penghormatan, tetapi justru penghinaan dan penyesatan opini dan politik yang sengaja digunakan untuk menjinakkan perasaan umat Islam yang marah kepada Amerika. Maka, membuka rumah Allah yang mulia kepada Presiden AS itu jelas merupakan pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya dan seluruh umat Islam. Sekaligus merupakan tindakan kriminal, yang diharamkan oleh Allah. Karena, berarti telah memberikan justifikasi kepada Obama dan AS untuk menjajah negeri ini, dan juga negeri-negeri kaum Muslim yang lain.  Memang benar, ada sebagian  ulama’ membolehkan orang Kafir Ahli Kitab untuk memasuki masjid, tetapi dalam status mereka sebagai Ahli Dzimmah. Namun, jika statusnya sebagai Kafir Harbi fi’lan, yang datang ke rumah Allah ini bukan untuk mempelajari Islam, tetapi untuk menghina dan menistakan Islam dan kaum Muslim, maka tentu hukumnya berbeda. Terhadap orang seperti itu, Allah menyatakan:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللَّـهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَـٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿١١٤﴾
“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah),  kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (Q.s. al-Baqarah [02]: 114)

Karena itu, kami menyerukan dari lubuk hati yang paling dalam, agar pihak otoritas Masjid Istiqlal menolak kunjungan Presiden AS, Barack Obama, itu ke masjid yang mulia ini. Jika tidak, maka Allah akan mencatat pengkhianatannya kepada-Nya, Rasul dan seluruh umat Islam. Kelak, mereka akan menyesali perbuatannya, sementara mereka dalam keadaan terhina.

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Sabab HTI Rempoah Tolak Obama


Setelah berulang kali tertunda,  Presiden AS Barack Obama pada akhirnya berkunjung ke Indonesia di tengah negeri ini tengah ditimpa banyak bencana. Dalam kunjungan itu, disamping akan melakukan public speech, Presiden Obama bersama Presiden SBY akan menandatangani  naskah Kemitraan Komprehensif (Comprehensif Partnership) yang diyakini akan menjadi landasan kokoh bagi peningkatan hubungan  AS dan Indonesia di masa mendatang.

Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan bahwa sesungguhnya Obama adalah presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas tengah menjajah negeri Muslim, seperti Irak dan Afghanistan. AS juga terus menyerang wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya. Tak terhitung besarnya kerugian yang ditimbulkan. Menurut penelitian John Hopkins University, akibat invasi AS ke Irak sejak tahun 2003 lebih dari 1 juta warga sipil Irak tewas. Memang dulu ketika AS menginvasi Irak dan Afghanistan, AS dipimpin oleh Presiden Bush. Tapi Obama tidak mengubah kebijakan biadab itu. Memang sebagian pasukan AS sudah ditarik dari Irak, tapi masih banyak lagi yang tinggal. Belum lagi beres urusan Irak, Obama bahkan sudah menambah 30 ribu pasukan ke Afghanistan. Itu artinya tingkat kerusakan dan penderitaan rakyat di sana, termasuk yang kemungkinan bakal tewas, akan meningkat.
Sosok presiden seperti itulah yang rencananya akan berkunjung ke Indonsia. Sebuah sosok yang kejam, yang tidak beda dengan Bush, yang tangannya berlumuran darah, dan yang tidak memiliki rasa belas kasih sedikitpun. Obama hingga sekarang juga tidak sedikitpun mengungkapkan rasa simpati terhadap para korban invasi Israel ke jalur Gaza di awal tahun 2009 lalu. Jangankan simpati terhadap korban atau kutukan terhadap pelaku, menyinggung peristiwa itu saja tidak pernah ia lakukan. Padahal itu peristiwa besar dengan korban lebih dari 1.300 orang tewas, yang telah menarik perhatian masyarakat dunia. Tapi bagi Obama, tragedi Gaza itu seolah tidak pernah ada.

Obama memang tamu. Tapi tamu itu ada dua macam. Tamu yang baik dan tamu yang bermasalah. Obama adalah jenis tamu yang kedua, karena dia hingga sekarang terus menghancurkan negeri-negeri Muslim dan membunuhi rakyat di sana.
Tambahan lagi, Indonesia dalam pembukaan UUD 45 telah menegaskan penentangannya terhadap segala bentuk penjajahan, dan oleh sebab itu penjajahan itu harus dihentikan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Bila konsisten dengan prinsip ini semestinya Indonesia juga harus menentang penjajahan yang dilakukan oleh AS di Irak dan Afghanistan. Dan bentuk paling ringan dari penentangan itu adalah menolak kehadiran presiden dari negara penjajah itu.

Juga, kedatangan Presiden Obama hanyalah merupakan bagian dari politik belah bambu di dunia Islam. AS berusaha menampilkan citra positif di satu negara muslim seperti Indonesia, untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya (Irak, Afghanistan, Palestina, Pakistan dan lainnya) sehingga AS tetap bisa meraih dukungan dari negeri-negeri muslim atas semua tindakan kejinya yang dilakukan di negeri muslim yang lain.

Maka, berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan: 

1. Menolak kehadiran Presiden AS Barrack Husein Obama ke Indonesia karena  dengan semua tindakan brutal di sejumlah negeri muslim seperti Irak, Afghanistan dan di perbatasan Pakistan - Afghanistan termasuk di Indonesia itu, berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Serangan terhadap satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Oleh karena itu, dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk kategori muhariban fi’lan atau negara yang dalam status memerangi umat Islam secara de facto. Presiden dari sebuah negara seperti itu tidak layak untuk diterima sebagai tamu.

2. Kunjungan Presiden AS Obama ke Indonesia tidak lain adalah untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di negeri ini. Indonesia adalah negara yang sungguh penting buat AS. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Kaya sumberdaya alam, khususnya energi. Banyak perusahaan AS khususnya di bidang migas dan pertambangan yang beroperasi di Indonesia. Kunjungan Obama ke Indonesia untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dalam orbit pengaruhnya. Secara politik tetap menganut sistem dan ideologi sekuler. Dan secara ekonomi, kepentingan ekonomi AS tetap terjaga. Artinya, kunjungan Presiden Obama akan semakin mengokohkan penjajahan (tidak langsung) AS atas negeri ini. Naskah Kemitraan Komprehensif yang ditandatangani oleh Obama dan SBY diyakini justru akan semakin mengokohkan genggaman negara imperialis itu. Dengan kata lain, Kemitraan Komprehensif membuka jalan bagi Penjajahan Komprehensif. Maka, di tengah banyaknya  bencana yang tengah melanda, kehadiran Presiden Obama tak pelak bakal menimbulkan bencana yang lebih dahsyat lagi, yakni makin kokohnya penjajahan AS atas negeri ini.

3.      Riwayat hidup Presiden Obama yang masa kecilnya pernah tinggal dan bersekolah di Jakarta, juga ada di antara nenek moyangnya yang beragama Islam tidak bisa dijadikan dasar untuk mengistimewakan dirinya. Penilaian atas Obama harus didasarkan pada apa yang dilakukan saat ini selama menjadi Presiden AS. Jangankan sekadar pernah tinggal di Indonesia dan ada nenek moyangnya beragama Islam, seorang warga negara Indonesia yang Muslim sekalipun bila tangannya berlumuran darah, membunuh banyak orang tetap saja harus kita hukum. Ingatlah pada sebuah hadits di mana Rasulullah menyatakan bahwa andai Fatimah anak perempuan Muhammad mencuri niscaya pasti juga akan dipotong tangannya.

4.      Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami dimana di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah naungan Khilafah. Hanya dalam kehidupan seperti itu saja, izzul Islam wal muslimin termasuk perlindungan terhadap negeri-negeri muslim dan harkat, martabat serta kehormatan umat Islam bisa diwujudkan. Dalam sistem sekular dengan penguasa tidak amanah seperti sekarang ini, umat Islam dan negeri-negeri muslim akan terus menerus dilecehkan, dihisap dan dihancurkan oleh negara kafir penjajah, dan untuk sekadar menolak kehadirannya pun tidak mampu.
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia