Search This Blog

Showing posts with label menjajah. Show all posts
Showing posts with label menjajah. Show all posts

Haram Bagi Thogut Masuk ke Masjid Istiqlal

Bisnis Syariah,  Tukar Link, Directory Ali Ashari, Ali Ashari

Masjid Istiqlal, sesuai dengan namanya, adalah masjid yang menjadi simbol kemerdekaan negeri ini dari penjajahan. Karena itu, kunjungan seorang Presiden negara penjajah ke masjid ini, sadar atau tidak, jelas telah menodai masjid yang menjadi simbol kemerdekaan itu. Alih-alih mengusir penjajah, sebagaimana yang dilakukan oleh para pahlawan kemerdekaan, justru pemerintah dan kaki tangannya malah menerima, dan membentangkan karpet merah untuk menyambut kedatangannya, bahkan menginjak-injak simbol kemerdekaan.


Memang benar, bahwa Obama kecil pernah tinggal di Indonesia, sebagai rakyat biasa, tetapi fakta Obama kecil tidak bisa digunakan untuk menghukumi Obama sekarang. Karena, dia kini jelas-jelas telah menjadi seorang Presiden AS, yang bukan hanya telah menjajah negeri-negeri kaum Muslim, tetapi tangannya pun masih berlumuran darah umat Islam, baik di Palestina, Irak, Afganistan maupun Pakistan. Karena itu, status Obama sekarang berbeda dengan Obama kecil. Obama sekarang adalah kepala negara Kafir Harbi fi’lan, dimana negaranya secara nyata sedang berperang dengan negeri-negeri kaum Muslim.

Hukum menerima Obama sebagai Presiden negara Kafir Harbi fi’lan jelas telah diharamkan oleh Islam, apalagi kedatangannya di Indonesia untuk menandatangani Kemitraan Komprehensif, yang sejatinya merupakan legalisasi penjajahan komprehensif AS terhadap Indonesia dalam segala bidang. Islam telah menetapkan, bahwa orang Kafir Harfi fi’lan hanya diperbolehkan masuk dan mendapatkan jaminan keamanan (al-amân), karena satu faktor, yaitu untuk mempelajari Islam, sebagaimana yang dinyatakan dalam al-Qur’an:
وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّـهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ ﴿٦﴾

“Dan jika seorang di antara orang-orang Musyrik itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (Q.s. at-Taubah [09]: 06)


Selain itu, meski ada ikhtilaf di kalangan ulama’, menurut pendapat yang paling kuat, menerima mereka sama sekali tidak diperbolehkan. Terlebih, jika kedatangannya bukan untuk mempelajari Islam, tetapi untuk melegalkan dan melanggengkan penjajahannya di negeri ini, maka hukumnya haram. Dengan tegas Allah menyatakan:
وَلَن يَجْعَلَ اللَّـهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا ﴿١٤١﴾

“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (Q.s. an-Nisa’ [04]: 141)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan jalan kepada mereka untuk menghancurkan negara orang-orang Mukmin, melenyapkan jejaknya dan membolehkan harta mereka.” (al-Qurthubi, al-Jâmi’ li Ahkâmi al-Qur’ân, V/417).

Karena itu, dengan tegas ayat ini mengharamkan siapapun untuk memberikan jalan kepada kaum Kafir untuk menguasai, menjajah dan menghancurkan negeri kaum Muslim, baik dengan menggunakan kekuatan fisik, seperti pendudukan, maupun non-fisik, seperti ekonomi, politik, pendidikan, budaya dan lain-lain. Kemitraan Komprehensif yang akan diteken oleh Presiden AS, Barack Obama, dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono, adalah alat penjajahan AS terhadap Indonesia. Perjanjian ini merupakan alat yang digunakan oleh AS, bukan hanya untuk melanggengkan penjajahannya, tetapi juga untuk memperluas bidang jajahannya, sehingga semakin memperkokoh penjajahannya di negeri ini.

Sebagaimana penggunaan istilah “Kemitraan Komprehensif”, yang menyesatkan, karena nyatanya bukan kemitraan, tetapi penjajahan, dengan tujuan agar rakyat negeri ini tidak marah dan melakukan perlawanan, maka dipilihnya Masjid Istiqlal sebagai salah satu tujuan kunjungan Obama juga merupakan bagian dari penyesatan. Karena sesungguhnya ini merupakan politik pencitraan, yang digunakan untuk mencitrakan dirinya bersahabat dengan Islam. Harapannya, Obama dan AS, bisa diterima sebagai sahabat umat Islam, karena telah menunjukkan penghormatannya kepada simbol agama umat Islam. Padahal, tangannya masih berlumuran darah umat Islam. Di tempat lain, tangan Obama juga digunakan untuk menghancurkan masjid di Pakistan, termasuk masjid al-Aqsa di Palestina.

Karena itu, kunjungan Obama ke Masjid Istiqlal sesungguhnya bukan merupakan bentuk penghormatan, tetapi justru penghinaan dan penyesatan opini dan politik yang sengaja digunakan untuk menjinakkan perasaan umat Islam yang marah kepada Amerika. Maka, membuka rumah Allah yang mulia kepada Presiden AS itu jelas merupakan pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya dan seluruh umat Islam. Sekaligus merupakan tindakan kriminal, yang diharamkan oleh Allah. Karena, berarti telah memberikan justifikasi kepada Obama dan AS untuk menjajah negeri ini, dan juga negeri-negeri kaum Muslim yang lain.  Memang benar, ada sebagian  ulama’ membolehkan orang Kafir Ahli Kitab untuk memasuki masjid, tetapi dalam status mereka sebagai Ahli Dzimmah. Namun, jika statusnya sebagai Kafir Harbi fi’lan, yang datang ke rumah Allah ini bukan untuk mempelajari Islam, tetapi untuk menghina dan menistakan Islam dan kaum Muslim, maka tentu hukumnya berbeda. Terhadap orang seperti itu, Allah menyatakan:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللَّـهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَـٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿١١٤﴾
“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah),  kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (Q.s. al-Baqarah [02]: 114)

Karena itu, kami menyerukan dari lubuk hati yang paling dalam, agar pihak otoritas Masjid Istiqlal menolak kunjungan Presiden AS, Barack Obama, itu ke masjid yang mulia ini. Jika tidak, maka Allah akan mencatat pengkhianatannya kepada-Nya, Rasul dan seluruh umat Islam. Kelak, mereka akan menyesali perbuatannya, sementara mereka dalam keadaan terhina.

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Sabab HTI Rempoah Tolak Obama


Setelah berulang kali tertunda,  Presiden AS Barack Obama pada akhirnya berkunjung ke Indonesia di tengah negeri ini tengah ditimpa banyak bencana. Dalam kunjungan itu, disamping akan melakukan public speech, Presiden Obama bersama Presiden SBY akan menandatangani  naskah Kemitraan Komprehensif (Comprehensif Partnership) yang diyakini akan menjadi landasan kokoh bagi peningkatan hubungan  AS dan Indonesia di masa mendatang.

Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan bahwa sesungguhnya Obama adalah presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas tengah menjajah negeri Muslim, seperti Irak dan Afghanistan. AS juga terus menyerang wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya. Tak terhitung besarnya kerugian yang ditimbulkan. Menurut penelitian John Hopkins University, akibat invasi AS ke Irak sejak tahun 2003 lebih dari 1 juta warga sipil Irak tewas. Memang dulu ketika AS menginvasi Irak dan Afghanistan, AS dipimpin oleh Presiden Bush. Tapi Obama tidak mengubah kebijakan biadab itu. Memang sebagian pasukan AS sudah ditarik dari Irak, tapi masih banyak lagi yang tinggal. Belum lagi beres urusan Irak, Obama bahkan sudah menambah 30 ribu pasukan ke Afghanistan. Itu artinya tingkat kerusakan dan penderitaan rakyat di sana, termasuk yang kemungkinan bakal tewas, akan meningkat.
Sosok presiden seperti itulah yang rencananya akan berkunjung ke Indonsia. Sebuah sosok yang kejam, yang tidak beda dengan Bush, yang tangannya berlumuran darah, dan yang tidak memiliki rasa belas kasih sedikitpun. Obama hingga sekarang juga tidak sedikitpun mengungkapkan rasa simpati terhadap para korban invasi Israel ke jalur Gaza di awal tahun 2009 lalu. Jangankan simpati terhadap korban atau kutukan terhadap pelaku, menyinggung peristiwa itu saja tidak pernah ia lakukan. Padahal itu peristiwa besar dengan korban lebih dari 1.300 orang tewas, yang telah menarik perhatian masyarakat dunia. Tapi bagi Obama, tragedi Gaza itu seolah tidak pernah ada.

Obama memang tamu. Tapi tamu itu ada dua macam. Tamu yang baik dan tamu yang bermasalah. Obama adalah jenis tamu yang kedua, karena dia hingga sekarang terus menghancurkan negeri-negeri Muslim dan membunuhi rakyat di sana.
Tambahan lagi, Indonesia dalam pembukaan UUD 45 telah menegaskan penentangannya terhadap segala bentuk penjajahan, dan oleh sebab itu penjajahan itu harus dihentikan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Bila konsisten dengan prinsip ini semestinya Indonesia juga harus menentang penjajahan yang dilakukan oleh AS di Irak dan Afghanistan. Dan bentuk paling ringan dari penentangan itu adalah menolak kehadiran presiden dari negara penjajah itu.

Juga, kedatangan Presiden Obama hanyalah merupakan bagian dari politik belah bambu di dunia Islam. AS berusaha menampilkan citra positif di satu negara muslim seperti Indonesia, untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya (Irak, Afghanistan, Palestina, Pakistan dan lainnya) sehingga AS tetap bisa meraih dukungan dari negeri-negeri muslim atas semua tindakan kejinya yang dilakukan di negeri muslim yang lain.

Maka, berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan: 

1. Menolak kehadiran Presiden AS Barrack Husein Obama ke Indonesia karena  dengan semua tindakan brutal di sejumlah negeri muslim seperti Irak, Afghanistan dan di perbatasan Pakistan - Afghanistan termasuk di Indonesia itu, berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Serangan terhadap satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Oleh karena itu, dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk kategori muhariban fi’lan atau negara yang dalam status memerangi umat Islam secara de facto. Presiden dari sebuah negara seperti itu tidak layak untuk diterima sebagai tamu.

2. Kunjungan Presiden AS Obama ke Indonesia tidak lain adalah untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di negeri ini. Indonesia adalah negara yang sungguh penting buat AS. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Kaya sumberdaya alam, khususnya energi. Banyak perusahaan AS khususnya di bidang migas dan pertambangan yang beroperasi di Indonesia. Kunjungan Obama ke Indonesia untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dalam orbit pengaruhnya. Secara politik tetap menganut sistem dan ideologi sekuler. Dan secara ekonomi, kepentingan ekonomi AS tetap terjaga. Artinya, kunjungan Presiden Obama akan semakin mengokohkan penjajahan (tidak langsung) AS atas negeri ini. Naskah Kemitraan Komprehensif yang ditandatangani oleh Obama dan SBY diyakini justru akan semakin mengokohkan genggaman negara imperialis itu. Dengan kata lain, Kemitraan Komprehensif membuka jalan bagi Penjajahan Komprehensif. Maka, di tengah banyaknya  bencana yang tengah melanda, kehadiran Presiden Obama tak pelak bakal menimbulkan bencana yang lebih dahsyat lagi, yakni makin kokohnya penjajahan AS atas negeri ini.

3.      Riwayat hidup Presiden Obama yang masa kecilnya pernah tinggal dan bersekolah di Jakarta, juga ada di antara nenek moyangnya yang beragama Islam tidak bisa dijadikan dasar untuk mengistimewakan dirinya. Penilaian atas Obama harus didasarkan pada apa yang dilakukan saat ini selama menjadi Presiden AS. Jangankan sekadar pernah tinggal di Indonesia dan ada nenek moyangnya beragama Islam, seorang warga negara Indonesia yang Muslim sekalipun bila tangannya berlumuran darah, membunuh banyak orang tetap saja harus kita hukum. Ingatlah pada sebuah hadits di mana Rasulullah menyatakan bahwa andai Fatimah anak perempuan Muhammad mencuri niscaya pasti juga akan dipotong tangannya.

4.      Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami dimana di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah naungan Khilafah. Hanya dalam kehidupan seperti itu saja, izzul Islam wal muslimin termasuk perlindungan terhadap negeri-negeri muslim dan harkat, martabat serta kehormatan umat Islam bisa diwujudkan. Dalam sistem sekular dengan penguasa tidak amanah seperti sekarang ini, umat Islam dan negeri-negeri muslim akan terus menerus dilecehkan, dihisap dan dihancurkan oleh negara kafir penjajah, dan untuk sekadar menolak kehadirannya pun tidak mampu.
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia