Search This Blog

Cara Install Windows XP dengan Flashdisk

Cara Install Windows XP dengan Flashdisk :

I. Siapkan bahan-bahannya :

1. CD OS Windows XP
2. Flashdisk kosong minimal 1 GB (hati-hati data yg ada di dalamnya akan terhapus
3. File USB PREP8 + PeToUSB, link downloadnya download MembuatFlashdiskBootableXP.rar (sudah termasuk Bootsect.exe)
4. File Bootsect.exe, link download sama dengan di no.3
5. Komputer lain yang memakai O/S Windows XP dengan ruang kosong di drive C minimal 1,5 Gb.

II. Tancapkan Flashdisk Kosong anda ke komputer.

III. Extract file MembuatFlashdiskBootableXP.rar yang telah anda download di drive C langsung.

Hasilnya tampak seperti di gambar ini :


IV. Jalankan file usb_prep8.cmd yang ada di folder usb_prep8 dengan cara dobel klik, sehingga tampil seperti gambar berikut ini :


Kemudian tekan sembarang tombol, dan akan muncul :


Terus Klik START =>> YES =>> YES, maka proses format akan segera di mulai dan flashdisk akan diformat menjadi flashdisk boot. Tunggu sampai keluar kotak : " Operation Completed Successfully ". Berarti proses format selesai. Kemudian close PeToUSB nya tapi JANGAN TUTUP JENDELA DOS dibelakangnya ...

V. Masuk RUN dan ketik CMD kemudian enter.
Kemudian jalankan file bootsect.exe di dalam folder bootsect dengan perintah DOS yang baru saja di buka itu. Hal ini dilakukan untuk memberikan flashdisk file boot manager. Caranya:
1. Setelah masuk DOS, ubah direktori aktifnya ke dirve yang ada folder bootsect-nya.
2. Kemudian setelah aktif di c:\bootsect\ ketikkan perintah " bootsect.exe /nt52 e: " kemudian enter. "e:" adalah menunjukkan drive flashdisk anda.

Ikuti gambar berikut ini :



Setelah selesai kemudian tutup jendela bootsect. Sekali lagi JANGAN TUTUP JENDELA DOS YANG PALING PERTAMA TADI.

VI. Pada jendela DOS ketik 1 untuk mengarahkan ke drive dimana lokasi CD Master XP berada.



VII. Pilihan 2 lewati aja

VIII. Pilihan 3 untuk menentukan lokasi drive flashdisk anda.



IX. Pilihan 4 untuk memulai proses pembuatan Flashdisk Booting Install XP.
Kemudian jika muncul jendela permintaan jawab dengan YES atau kalau ada Press Any Key To Continue, tekan sembarang tombol. Begitu sampai dengan selesai.






Ada pertanyaan silahkan isi komentar di bawah posting ini ....
Selamat Mencoba ..

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Langkah-langkah servise komputer hank

Langkah-langkah servise komputer hank:
Pada saat komputer dinyalakan pertama kali lancar, tapi beberapa menit kemudian sekitar 30 menitan komputer menjadi lambat dan kemudian komputer menjadi hang atau macet total, nggak bisa diapa-apain. Kemudian kalo komputer dimatikan dan didiamkan agak lama komputer bisa nyala lagi dan hang lagi.

Langkah perbaikan :1. Buka tutup casing komputer.

2. Ciri kerusakan diatas yaitu komputer hang setelah nyala beberapa menit mengindikasikan bahwa ada komponen komputer yang mengalami panas yang berlebihan.
Panas berlebih (overheat) ini penyebabnya adalah :
- Matinya / macetnya kipas / fan pendingin processor (Fan Heatsink Mati / Macet)
- Fan Pendingin Processor masih berputar tapi RPMnya sudah berkurang (Fan berputar lebih lambat)
- VGA rusak juga bisa menyebabkan Hang.
- Power Supply Drop juga bisa menyebabkan hang.

3. Berikutnya saya coba cek dan ternyata Fan Pendingin Processor berputar tapi lambat banget, dan inilah yang menyebabkan overheat processor / processor panasnya berlebih dan akhirnya hang.

4. Akhirnya saya ganti Fan Processor yang rusak itu, atau kalau anda pengin lebih ngirit coba Fan / kipas dikasih oli dulu, barangkali bisa normal kembali putarannya.

Demikian pengalaman saya tentang komputer hang, jadi jangan buru2x memformat dan menginsatll ulang windowsnya, karena nggak semua hang disebabkan oleh windows rusak.



Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Potret Buram Hubungan AS- Indonesia di Timika

Papan peringatan dan petunjuk “Awas HIV-AIDS, Hindari Hubungan Seksual Berisiko” terlihat di sudut-sudut kota tambang emas di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Demam emas di Papua dan penyebaran HIV/AIDS berjalan seiring di Kabupaten Mimika yang berpenduduk 225.000 jiwa itu.

Saat Kompas melintas awal November selepas petang, kehidupan malam terlihat semarak di Timika. “Sekarang-sekarang ini tanggal muda. Banyak pekerja yang buang uang di tempat hiburan di kota ataupun Kilo 10 (lokalisasi di Kilometer 10). HIV dan kemiskinan tumbuh subur di sini,” ujar Husin, seorang warga Timika.

Ketika melintas di Kampung Kwamki Lama dan Kwamki Baru, terlihat penduduk asli duduk-duduk saja di pelataran rumah. Tidak banyak warga asli terlibat dalam perniagaan dan layanan jasa yang menjadi urat nadi Kota Timika. “Sering terjadi keributan antarsuku di sini,” ujar Alfian yang lama bermukim di Timika.

Timika dan Tembagapura adalah potret buram hubungan Indonesia-Amerika Serikat. Kekayaan bumi Indonesia diangkut keluar, sedangkan masyarakat sekitar hidup miskin dan didera bahaya HIV/AIDS.

Setiap hari dari tambang emas, perak, dan tembaga milik PT Freeport Indonesia dihasilkan sekitar 300 kilogram emas dan 600 kilogram mineral berharga perak serta tembaga dari 238.000 ton batuan yang dikeruk dari lokasi tambang Grassberg di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut dekat Cartenz Piramid.

“Dulu sewaktu zaman Belanda dan pertambangan belum buka di Timika, situasi tidak seburuk sekarang. Anak muda Papua sudah banyak yang mulai bekerja di instalasi minyak di Sorong,” ujar seorang warga Papua bermarga Kambu.

Konflik dan benturan antara warga dan industri pertambangan menjadi pemandangan keseharian di Timika-Tembagapura.

Amerika merajalela

Hubungan Indonesia-AS yang manis berubah menjadi pahit di Papua. Freeport Indonesia dan pelbagai perusahaan pertambangan AS yang beroperasi di Indonesia adalah buah simalakama dari rezim Orde Baru setelah Belanda hengkang dari bumi Papua.

Tekanan diplomasi AS kepada Belanda berbuah Papua kembali ke dalam wilayah Indonesia. Tetapi, konsesi politik dan ekonomi, terutama pada masa Orde Baru, diberikan secara bebas kepada AS.

Padahal, tidak hanya AS, Uni Soviet pun turut dalam proses perebutan Papua. Laksamana Pertama (Purn) RP Poernomo yang dihubungi mengatakan, Uni Soviet menjual 12 kapal selam kepada Indonesia untuk operasi merebut Irian Barat.

Selain Uni Soviet, Republik Rakyat China ketika itu juga aktif membantu Indonesia secara langsung dalam pelbagai proyek dan forum internasional.

Alih-alih mendapat balas jasa, rezeki terbesar ditangguk AS melalui konsesi pertambangan di Tembagapura. Kokohnya cengkeraman AS semakin kuat setelah Orde Baru berkuasa.

Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) dalam surat elektronik kepada Kompas menjelaskan, Freeport saat ini beroperasi di Indonesia berdasarkan kontrak karya (KK) perpanjangan tahun 1991, di mana royalti emas Freeport yang harus dibayarkan kepada Pemerintah Indonesia sebesar 1 persen. Padahal, setiap hari dihasilkan 300 kg emas.

Namun, menurut Sekjen IHCS Gunawan, kini royalti pertambangan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, royalti emas ditetapkan sebesar 3,75 persen dari harga jual kali tonase. Tetapi, anehnya, untuk Freeport, hanya dikenakan sebesar 1 persen dari harga jual kali tonase, padahal 3 persen sangat rendah dibandingkan di negara-negara Afrika.

Ketua rombongan kunjungan kerja Komisi VII DPR Effendy Simbolon mengatakan, royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah Indonesia sangatlah kecil. “Kita harus perjuangkan soal bagi hasil dan alokasi dana tersebut untuk masyarakat,” ujar Simbolon.

Tanam paksa lebih baik

Bagi hasil industri pertambangan ala AS sungguh merugikan Indonesia. Tanam paksa yang dilakukan rezim penjajahan Hindia Belanda pada abad ke-19 masih menyisihkan 20 persen hasil panen untuk petani miskin di Jawa. Dalam buku Ekspedisi Jalan Raya Pos terbitan Penerbit Buku Kompas disebutkan, 60 persen hasil petani diambil oleh birokrasi lokal. Hanya 20 persen yang dikirim ke negeri Belanda. Meski tidak manusiawi, porsi yang diberikan penjajah Belanda masih lebih baik dibandingkan hasil yang diberikan AS kepada Indonesia.

Sebelum kontrak karya yang kini berlaku, lebih kurang 25 tahun, Freeport hanya membayar royalti tembaga ke pemerintah. Sejak masuk ke tanah Papua berdasarkan kontrak karya generasi pertama (KK I) tahun 1967, Freeport hanya melaporkan pihaknya menambang tembaga. Padahal, pada tahun 1978, terbukti selain mengekspor tembaga, Freeport juga mengekspor emas.

Atas dasar itu IHCS mendesak, kontrak karya II antara Pemerintah Indonesia dan Freeport harus dibatalkan. Menyikapi situasi tersebut, IHCS akan mengajukan pembatalan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menggugat PTFI, Pemerintah RI, dan DPR.
Kondisi serupa terlihat di pertambangan minyak dan gas AS di Kepulauan Riau, Kalimantan, dan Sumatera.

Meski diplomasi pencitraan Presiden Barack Obama memikat hati, sudut-sudut kota Timika berbicara lain. Itulah potret buram hubungan RI-AS yang pincang

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Idul Adha Yang Benar

 Sebagaimana telah diberitakan,  Pemerintah RI melalui Departemen Agama telah menetapkan bahwa Idul Adha 1431 H tahun ini jatuh pada hari Rabu, 17 November 2010. Bila Idul Adha adalah 10 Dzulhijjah, maka 9 Dzulhijjah-nya atau Hari Arafah, hari dimana jamaah haji wukuf di Arafah, mestinya jatuh sehari sebelumnya, yakni 16 November 2010.

Sementara Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi berdasarkan hasil ru’yah telah mengumumkan bahwa 1 Dzulhijjah jatuh bertepatan dengan tanggal 7 November 2010, maka Wukuf atau Hari Arafah (9 Dzulhijjah) jatuh pada 15 November 2010. Dengan demikian Idul Adha (10 Dzulhijjah) akan jatuh pada hari Selasa, 16 November 2010, bukan hari Rabu, 17 November 2010 seperti ketetapan Pemerintah RI.


1.   Bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di Tanah Suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:

«اَلْحَجُّ عَرَفَةُ»

Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah. (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, al-Baihaqi, ad-Daruquthni, Ahmad, dan al-Hakim. Al-Hakim berkomentar, “Hadits ini sahih, sekalipun beliau berdua [Bukhari-Muslim] tidak mengeluarkannya.”).

Juga sabda beliau:

«فِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَأَضْحَاكُمْ يَوْمَ تُضَحُّوْنَ، وَعَرَفَةُ يَوْمَ تُعَرِّفُوْنَ»

Hari Raya Idul Fitri kalian adalah hari ketika kalian berbuka (usai puasa Ramadhan), dan Hari Raya Idul Adha kalian adalah hari ketika kalian menyembelih kurban, sedangkan Hari Arafah adalah hari ketika kalian (jamaah haji) berkumpul di Arafah. (HR as-Syafii dari ‘Aisyah, dalam al-Umm, juz I, hal. 230).

Maka mestinya, umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan ibadah haji menjadikan penentuan hari Arafah di tanah suci sebagai pedoman. Bukan berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini. Apalagi Nabi Muhammad juga telah menegaskan hal itu. Dalam hadits yang dituturkan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali berkata, bahwa Amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata:

«عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ e أَنْ نَنْسُكَ لِلرُّؤْيَةِ فَإِنْ لَمْ نَرَهُ وَشَهِدَ شَاهِدَا عَدْلٍ نَسَكْنَا بِشَهَادَتِهِمَا»

Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi dan ad-Daruquthni. Ad-Daruquthni berkomentar, “Hadits ini isnadnya bersambung, dan sahih.”).

Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan kepada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada Amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana perhelatan ibadah haji  dilaksanakan, untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada Amir Makkah. Berdasarkan ketentuan ru’yat global, yang dengan kemajuan teknologi informasi dewasa ini tidak sulit dilakukan, maka Amir Makkah berdasar informasi dari berbagai wilayah Islam dapat menentukan awal Dzulhijjah, Hari Arafah dan Idul Adha setiap tahunnya dengan akurat. Dengan cara seperti itu, kesatuan umat Islam, khususnya dalam ibadah haji dapat diwujudkan, dan kenyataan yang memalukan seperti sekarang ini dapat dihindari.

2.   Seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia hendaknya kembali kepada ketentuan syariah, baik dalam melakukan puasa Arafah maupun Idul Adha 1431 H, dengan merujuk pada ketentuan ru’yat untuk wuquf di Arafah, sebagaimana ketentuan hadits di atas.

3.   Umat Islam di Indonesia khususnya hendaknya menarik pelajaran dari peristiwa ini, bahwa demikianlah keadaan umat bila tidak bersatu. Umat akan terus berpecah belah dalam berbagai hal, termasuk dalam perkara ibadah. Bila keadaan ini terus berlangsung, bagaimana mungkin umat Islam akan mampu mewujudkan kerahmatan Islam yang telah dijanjikan Allah? Karena itu, perpecahan ini harus dihentikan. Caranya, umat Islam harus bersungguh-sungguh, dengan segala daya dan upaya masing-masing, untuk berjuang bagi tegaknya kembali Khilafah Islam. Karena hanya khalifah saja yang bisa menyatukan umat. Untuk perjuangan ini, kita dituntut untuk rela berkorban, sebagaimana pelajaran dari peristiwa besar yang selalu diingatkan kepada kita, yaitu kesediaan Nabi Ibrahim as. memenuhi perintah Allah mengorbankan putranya, Ismail as. Keduanya, dengan penuh tawakal menunaikan perintah Allah SWT itu, meski untuk itu mereka harus mengorbankan sesuatu yang paling dicintai. Allah berfirman:

]يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ[

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyeru kalian demi sesuatu yang dapat memberikan kehidupan kepada kalian. (QS al-Anfal [8]: 24).
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

6 Ways to capture Interesting Business Ideas in the Internet

Nothing is difficult in the Internet business. You are only required to have two terms. First, interest. Second, creative.

Simple right?

Interest is the gate that you must pass before glancing at this business. Remember the adage, "where there's a will there is a way?"

Clearly dong ... if you do not have interest, there is no recourse. If you do not want to be rich yes ... it can not become rich.

Then, creativity. You must explore your ideas. Do not be satisfied with the current. Be creative people who could draw on the concepts of web sites and internet business models that already exist. Create a product that answers the needs of the market!

Can you just duplicate another website, but you must bring something unique in your website. You need to know, there is nothing really new on the internet.

So how to keep creative? That's easy! You may not lazy. Find lots of knowledge about the web site. Diligent browsing the website. Learning from models of web sites that you encounter. This process is important you do to find inspiration.

I own it took ten months for surfing in a sea of web sites before finding the right method for my product.

Well, so you do not mumet and confused looking for the source of inspiration, please follow my tricks. I call this business model research. Following ways effectively to find web sites that ciamik!

    * Use the ranking list. You can begin to research by searching the list of rankings (ranking list). Suppose you come across Alexa's Top 500 or Technocrati's Top 100. Well, in the ranking list that can you can the names of websites (display the website) you can visit. Learn web site. You just visit it once. Because we can be sure that the website will not change much in the near future.
    * Try fun web site link. Sometimes, we did not expect while on a website, the link is not less interesting. Because it is occasionally isenglah clicking the link site. Not bad at all browsing, two web sites are exceeded ...
    * Visit the social community site. You know the usual web sites containing social information? For example, Digg or Reddit. These web sites contain interesting new information. You can learn a lot from there. Try searching for an answer why many people are drawn to the site.
    * Use the webmaster forums. Forum webmasters that contains the Web site manager who is also aimed at looking for revenue. By joining these forums you can find interesting sites. Just visit this forum once a week. Because the sites on this forum have the same business model. Also worthy of you visit the website of sale (sales site section) and web site marketing (site point's Marketplace). The website of this kind can give input on how to sell products and make money.
    * Read the collection of information (news aggregator). You can access information by specific topic by using the info gatherers (news aggregator). Here you can find not only the website that you want. But, they also provide a link to connect you with other related web sites.
    * Do a survey. Suggestions from visitors are very useful for the progress of your site. Because, the advice is often directed at specific things. Create a structured questionnaire on the visitors. At least, you so know how their response to the existence of your site. Next live develop your web site.

Uh yeah ... almost forgot. There's another one! You have to keep doing this research for your web site continues to grow and profitably. Create a special schedule of research, a few hours a week will suffice.

Next ... congratulations fight in a virtual industry! And ... please ask, "what kind of web site profitable? And what kind of business model that works for your web site? "

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

The Key Sukses Internet Business

Some day I wrote a lot about the basics and attitudes required in the internet business. The basics are needed for our mentally ready before the internet business.

I am very excited to write it all. That's what I learned and practiced over the years. All that I want to share with you. Why?

Because I want you too succeed.

And this time we will slowly enter the more technical ...

You know the affiliate program?

Yeah right ... affiliate marketing program is a community that relies on raising to market the product. A trivial explanation, those who successfully market our products, will be given a commission. As in formulabisnis.com, I provide 50% commission for successful marketing.

Before we talk further about the affiliate program, I want to say one thing you should know.

I discovered this fact. Based on research, of the many Internet businesses in the world is only 45-47% business people who earn enough. They are not a success because it can only be a survivor, only able to survive. Being 25% of other businesses have failed. And, 25% were their great success. Why can succeed? The answer is because they run the Affiliate Program.

Hmm ... you want to include which ones? Survival, failure, or success?

I'm sure you also want to succeed.

About Affiliate Program even though some say it is not that difficult, I actually tend to agree. Because I believe a job is easy or not depends on the pattern of thinking (mindset) we. Once we think Affiliate Program is easy, we would more easily practice it.

But briefly, ease the conditions that still exist. Hard work and the seriousness of living it. Because success will never come without seriousness!

Before I start an Internet business from scratch. Let alone know the Affiliate Program, just e-mailing me can not. But I am not discouraged. I am even more enthusiasm for learning. Although sometimes get caught up in confusion, I never stopped. I keep learning until I can. Internet became a place I found the answers.

But, it turns out that not all internet provided satisfactory answers. Sometimes even there that makes me confused. Once again it does not make me stop looking. I'll never be "nothing" if only surpassed by my own confusion.

For me, the confusion it is the beginning toward clarity. Originally we did not give up looking for the answer of course.

So be grateful you are often confused! :-)

Now the fight against "confusion" that's how I feel. I was among 25% of successful Internet businesses earlier.

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

 


How to Choose a Profitable Affiliate Program

 If you have trouble finding Web sites that offer affiliate programs, you can do this way:

    * Use search engines (search engines). You can use google, yahoo, or other search engines. Then, suppose you want to be a marketer e-book, looking for just by typing "ebook + affiliate program".
    * Try to visit web sites to affiliate providers. As Clickbank.com, Amazon.com, CommisionJunction.com, Linkshare.com, Shareasale.com, DarkBlue.com, etc..

Next, you just select the affiliate program you are interested. Easy right?

But you need to take, its products can be mixed. You may be confused to select which one.

You see me give a leak. Principally, in choosing an affiliate program, you must be vigilant. Do not just interested in products that are owned, but should first explore the web site. Of the many web site owners who offer affiliate programs, you should only choose a truly qualified.

How do we know that the program quality? Please check whether the website has bullet points below?

    * Having a quality product. The quality of products one of which can be seen from the many demands and recognition of the product.
    * Have a satisfactory service. Not only selling products, but also equipped with a satisfactory service. Including any warranty of the product.
    * Sell its products effectively. Figures for sales of its products are relatively high or bestseller.
    * Having a payment model. In affiliate programs there are several types of commission payments from product owners to affiliate marketers. Among them;

       1. Pay Per Sale. Marketer earn a commission based on the number of products or services that have been sold through a link that is owned.
       2. Pay Per Lead. Marketer earn a commission based on the number of people who fill out forms, surveys, or signing up for the service affiliate program site owner.
       3. Pay Per Click. Marketer get a commission based on the number of clicks on the link.

    * Having support Affiliate program. Program affiliate support, including;

       1. notification via email if there is a sales transaction.
       2. provision of marketing assistance is beneficial for marketers.
       3. High-quality newsletter.
       4. providing professional marketing materials.

    * Give commissions for life. The owner of the program gives a commission on all sales in the future.
    * Giving bonuses. For instance, in formulabisnis.com example you will get 13 additional bonus for ordering Automatic Money Machine System (SMUO).

Now is not confused anymore right? So ... what are you waiting? Let's find a profitable affiliate program!
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Know Affiliate Programs

As I wrote earlier, is the marketing Affiliate Programs that rely on community fundraising to market the product. Affiliate Program Up to now one of the most popular way many do business online. Because it can expand its marketing network to effectively and efficiently.

How it works?

For example, there are a website owner who wants to sell its products. These products can be ebooks, software, etc.. Well, the owner of this site has a network of marketers (read: Affiliate Marketer) who sell these products to potential buyers.

If these marketers managed to get a buyer, or successfully sell the products before, then he got a commission. The product owner determines the amount of the commission. There are 25%, some are giving 50% of the selling price.

The owners of this web site is called affiliate merchants. Medium potential buyers of products called leads or prospects.

For clarity, let me give a concrete example.

I have a site formulabisnis.com and I offer affiliate programs. Say you are interested, then register on the website with the username "blogjk". When registering, you must fill out the form with name, address, telephone number, account number, etc..

Then I handed the affiliate agreement, which contains the agreement on the terms and conditions to become an affiliate marketer on my site. If you already agree with the affiliate agreement which I propose, you will get an affiliate link or address http://www.formulabisnis.com?id=blogjk. This address should you promote.

Well, if one day there are visitors who buy my products through this link, you will get a commission. The amount of commission that I give is usually 50% of the selling price. So, for example, the buyer bought my ebook product called Automatic Money Machine System (SMUO) for Rp 100,000, then you get a commission of USD 50,000.

By participating in affiliate programs, you do not need to have their own web sites. To make money, just join web sites that offer a program like this.

Oh yes ... there are many other advantages that you can get from this business model.

    * You do not have to bother making the product. Your job is only to deliver the buyer the seller.
    * You can choose a variety of affiliate programs that you want. Try to visit Clickbank.com. There you can find thousands of sites that provide affiliate programs. So, you can have many sources of income.
    * The Commission offered these programs are usually relatively high. Between 10% -95%.
    * You can make the affiliate program as a source of passive income. How come? Yes, because you only need to stay home and not have to go everywhere. And, the money will come alone. The important thing is you still promote. Or even, you can still do your offline business.

I hope you are not confused anymore ... if you are still confused as well, let's try to join one affiliate program. The confusion you will definitely decrease.

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Which is More Important: Content or Design?

Not a few newbies when they wanted to create a website or blog is usually focused on design matters. Design a major concern which then defeated another concern.

I agree that design could help to better tersampaikannya message to visitors. But at the beginning of web design is far more important things to note are about your goal: to what you create the web?

To make money from the internet, or to make your name better known to many people, or perhaps for the promotion of products on the internet. Whatever your goal, remember well these goals. Because for that you create a website or blog.

    A clear purpose helps you focus.

It is important how the link between the objectives of your website with the benefit that you can give to visitors through your content. How do you explain in simple and easy to understand their services or products you offer. How is your item can lure visitors and they do what you want.

Now back to the earlier design. If you ask about why someone comes to your website or blog? Is it because the design of the blog or your website is good?

I do not think so. Visitors come to your website because the search for solutions to problems that it faces. They came because he needed to find the product. Or they could also come to your website to get the latest news. When viewed, all the above in no way associated with the design, but content.

So if most visitors are looking for information, why we are too fixated on the matter of design?

If you are just fixated on the design and even forget about the content, your web difficult to achieve its objectives. Content needs to get major attention. Next follow with a design for your content look more attractive.

The exception of course if your blog or website associated with the design world, such as for example a web design or graphic design. Of course design matters can not be underestimated. For those who come will want to see your design work. However, once again the design can not stand alone. You need the words to explain your design concept.

Here I do not think the design is not important. Design is also important because it can add charm to your web. Design can also make your brand rise.

It's just that you should put something appropriate portions. If you devote excessive attention on the design and forget the content at the beginning of building the web, web worried you do not immediately reach the target early (in formulabisnis this I refer to as stage make momentum traffic) because the energy was already exhausted to think about design. If it were so, it is definitely hard to achieve the purpose of making a web.

Remember also, Google made a search of pay per click ads based on the content of a web and not design. Because Google conscious visitors use the Internet to find information.
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

3 Marketing Strategies to Generate More Sales

In business, spearhead marketing. Without good marketing, business is difficult to develop well. Matter how good its products, but if not accompanied by the ability to market effectively, businesses will only road in place.

Indeed, in any business that's for sure there is competition. For that we need an accurate marketing strategy to break through intense competition.

So what to do when you feel stuck marketing a product?

Marketing Strategy 1: Try a New Approach
As one way of marketing do you do it is less effective, you must prepare the way new marketing. You need a new approach to market your product. Take a look from the viewpoint of consumers, what about less than your approach so far. Find out where the obstacles and begin to fix ACTION!

However, there is one thing that has not changed in the world of marketing that you must always talk about the value of the benefits of your product or service.

Marketing Strategy 2: Perform Test
Always try to do the test in every marketing activity you are doing. Why? Because only then, you can know what the most effective marketing strategy for your product. By doing tests, you save energy and cost.

Marketing Strategy 3: Provide the Best Deal
You have to give offerings to your prospects, but his speech was just cold. The cause could be a prospect feels you are not yet offering the best deal. Everyone always wants the best. Likewise your customers, and your own course.

Just look back to your offers. Find the section where you can improve so that the value of selling the customer wants. Probably about the benefits you provide, or it could be a matter of price, or could be another.

Try practicing the marketing strategy at the top and see the results on your business.

Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Here are 10 Tips for Creating a Character and a Strong Brand Blog

 Maybe your blog has begun to make money, maybe you can make a lot of blogs all you want, but without a strong character, your blog will be difficult to become successful blogging spectacular. Visitors will only come once and (perhaps) will never come back again.

If you still remember the secret of blogging I've ever squawk how secrets for visitors coming back to your blog. Also I have to say how to popularize your blog.

Someone asked what the importance of visitors back again and again?

Obviously a lot of benefits. If you have a shop or stall, you definitely want to stall or your store is always crowded. If you can not move even a day visitor from your store. :)

Likewise with blogs. Blog is not an online store even if it could also be enabled for it if desired. But clearly in my experience blogs have the power to do soft selling is awesome.

For this reason the importance of having a strong character blogs. Of the characters that will be formed brand your blog. So visitors will know more about your identity. With more known, visitors will choose to always come to your blog.

Just as if I am asked, "what brand of toothpaste do you remember?" Surely you will mention a few. Not more than 10 brands I'm sure. Effect of top of mind it can join an impact on the election of toothpaste that you buy when shopping.

Could be there are more brands of toothpaste that you know but do not you choose to buy. The reason could be due to certain factors, such as pricing or the specific reasons of which are still up to the sometimes senseless nature very individual. Have a friend buy a product, just because the same product owned by the artist adored. Or there is a story if his friends to buy a product just because there is cat motif. Consumers sometimes really difficult to guess his will. :)

But clearly, have a strong character blog brings many benefits, among others:

    * Create your blog brand more clearly, so do not confuse visitors.
    * Make strong your personality shine through your blog, so you become a person and not the average person.
    * Got a more audible sound of visitors.

You may ask, "What can I make my blog like that?"

Learn ten tips to make a character and a strong brand following blogs.

   1. Be yourself is the best. It's easier to be yourself than to be someone else. So, show your best self through your blog.
   2. Explain who you are. Who are you? Why are you blogging? What do you want to talk through your blog? What is the best thing to yourself? Tell me through your blog.
   3. Write according to your style. Fill your post as usual style. No need to made-up style. Each person has his own style.
   4. Galang community. Find the people who have interest in your community and girder. That will help the development of your blog.
   5. Establish rapport. Many friends had a lot of luck!
   6. Express an opinion. Do not be shy. Remove the contents of your head and share it with visitors.
   7. Interaction. Develop interaction with your blog visitors.
   8. No need to bother. If anyone does not agree or not agree with your opinion, do not have a headache. The important thing is do the best you can do to share with others.
   9. Know who your visitors. you know who the visitors to your blog and what they need. That way, you can provide the appropriate information for them.
  10. Take the higher target. 've felt your blogging goals achieved? Try to take a higher target. There is always a way to hone your skills better. Never be satisfied and stop ACTION!

That's ten tips to make a character and a strong brand blogs. Hopefully useful and greeting ACTION!
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

Bukti kekejaman AS

Bocoran dokumen yang diriliss Situs web WikiLeaks lebih dari 400.000 dokumen-dokumen rahasia AS tentang perang Irak untuk jangka waktu sampai dengan tahun 200 mengungkapkan rincian terjadinya perkosaan, penyiksaan, , pembunuhan warga sipil yang dilakukan dari helikopter tempur dan insiden lainnya oleh pasukan koalisi dan pasukan Irak, yang bahkan dilakukan di bawah kontrol Obama pada tahun 2009. Dokumen itu juga mengungkapkan bagaimana tentara koalisi menutup mata atas laporan tentang penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan secara ekstrajudisial oleh pemerintah boneka Irak.

Ini adalah gambaran menyeramkan yang menunjukkan bagaimana pendudukan sebenarnya dilaksanakan di lapangan. Jumlah korban yang mencapai puluhan ribu  ini jelas bukanlah suatu tindakan yang dilakukan oleh ‘apel buruk (bad apple)’ individual seperti yang biasanya dilakukan oleh militer, pemerintahan  dan sumber-sumber media Barat.

Banyak dari tindakan penyiksaan ini telah diketahui banyak pihak tapi hal ini tidak dilaporkan atau diabaikan oleh kebanyakan media Barat yang antusias mendukung pasukan mereka dan mempertahankan pendapat dalam negeri atas perang itu, pada saat meningkatnya jumlah korban di pihak barat dalam perang yang tidak dapat mereka menangkan itu.

Sebagian orang berpendapat bahwa “perang adalah kotor ’sehingga menyiratkan bahwa jatuhnya korban jiwa yang tidak bersalah adalah tidak bisa dihindari dan diharapkan. Setelah kebocoran dokumen yang terbaru itu, sebagian pers Inggris muncul dengan menertawakan apa yang mereka gambarkan sebagai tindakan ‘tentara Amerika’, dan dengan mudahnya melupakan insiden yang melibatkan tentara Inggris di Irak termasuk kasus yang sekarang dikenal sebagai kasus Baha Mousa yang disiksa sampai mati di tahanan Inggris - dia meninggal dengan 93 luka di tubuhnya. Catatan besar seperti pembunuhan warga sipil tak berdosa selama perang beberapa tahun memperlihatkan betapa pasukan barat bertindak barbar di negeri kaum muslim tanpa ada cara untuk menahan, mengkontrol atau meminta tanggung jawab mereka.

Reaksi awal dari pemerintah AS - yang pada setiap kesempatan mengucapka mantra untuk menarik hati dan dukungan di Irak dan Afghanistan -  yakni dengan mencemooh kebocoran dokumen itu sebagai tidak bertanggung jawab dan Hilary Clinton mengatakan bahwa pengungkapan itu membahayakan nyawa tentara AS dan Inggris. Seolah kehidupan para perempuan yang tidak bersalah dan anak yang terbunuh tidak ada nilainya.

Politisi Inggris sejauh telah diam, dan tampak senang membiarkan sekutunya Amerika melakukan hal  ini. Tidak ada seruan dari para pemimpin liberal itu untuk menyelidiki berbagai laporan. Pemerintahan yang demokratis itu, yang senantiasa menggembar-gemborkan aturan hukum dan keyakinan mereka terhadap HAM, diam saja tentang melihat bagaimana pelanggaran sistematis ats hukum itu dilanggar dan  terjadi pada skala besar, dan dalam jangka waktu yang panjang.

Saat pemerintah barat menarik mundur sejumlah besar pasukan sambil tetap menjaga pengaruhnya terhadap politik dan ekonomi Irak, bocoran dokumen ini mengingatkan lagi atas tindakan pendudukan yang brutal, yang telah menghancurkan kehidupan sebuah generasi Irak. Seharusnya bukanlah merupakan kejutan besar bahwa rezim Maliki dan para pendahulunya - yang dipilih, disponsori dan didukung oleh pemerintah Barat - bersalah atas penyiksaan itu. Kendatipun demikian, penyiksaan yang dilakukan oleh pasukan koalisi di Abu Ghraib terjadi pada tahun-tahun awal pendudukan. Tapi,  laporan terbaru ini tidak akan mencegah Maliki dan orang-orang semacamnya untuk diterima di Gedung Putih dan Downing Street.

Seperti  halnya dengan Abu Ghraib, Guantanamo, penyerahan tertuduh yang luar biasa, kebohongan tentang senjata pemusnah massal di Irak - daftar yang bisa terus panjang-  demikian juga penyiksaan yang dilegitimasi dan pembunuhan orang tak berdosa telah selamanya mengungkap kerusakan atas agenda kebebasan dan demokrasi. Hal ini telah membangunkan sebuah generasi Muslim untuk meneliti propaganda barat, menjadi  lebih sadar politik dan mencari jawaban Islam terhadap pendudukan tanah kaum Muslim dan bagaimana suatu pemerintah Muslim - Khilafah - akan mengakhiri penyiksaan, mempertahankan tanah kaum Muslim untuk melawan agresi asing , dan menjalankan urusan negara independen dari pemerintah asing.
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia


Fakta dan Cara Menurunkan Harga

Di Indonesia, kenaikan harga di bulan puasa biasanya terjadi pada komponen makanan. Data dari Kementerian Perdagangan bahwa harga kebutuhan pokok pada Ramadhan atau Agustus tahun ini dibandingkan dengan bulan Juli rata-rata mengalami kenaikan. Harga minyak goreng curah, misalnya, diprediksi mengalami kenaikan Rp 275 perkilogram menjadi Rp 9.616 perkilo dari harga rata rata Juli Rp 9.341 per kilo. Demikian juga harga gula dengan kenaikan rata rata Rp 342 perkilo menjadi Rp 10.732 perkilogram. Harga rata-rata cabe merah keriting pada bulan Agustus 2010, seperti terdata mulai 12 Agustus 2010 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.628 perkilo dibandingkan bulan Juli 2010 menjadi Rp 35.736 perkilogram. Sementara bawang merah diklaim akan mengalami penurunan sebesar Rp 616 perkilogram mennjadi Rp 19.995 perkilogram. Komoditi yang paling dijaga oleh pemerintah yaitu beras juga akan mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp 200 perkilonya. Untuk beras kualitas medium saat ini mencapai Rp 6.700 perkilonya. Saat ini harga daging sapi mencapai Rp 68.397 perkilogram sedangkan pada Juli 2010 lalu sebesar Rp 65.689 perkilo. Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurti, mengatakan bahwa distribusi daging sapi yang tidak merata selama awal bulan  puasa 2010 memicu kenaikan harga daging di sejumlah daerah. Tersendatnya distribusi daging sapi dari daerah  penghasil komoditi ini ke daerah lain, yang tidak memiliki banyak peternak sapi menjadi penyebab utama kenaikan harga. (http://www.sumutcyber.com,21/8/2010)
Di Jakarta,Harga Terigu Mulai Naik 10% di Pasar dari harga yang biasanya Rp 7 ribu/kg menjadi Rp 8 ribu/kg. Hal ini juga dialami komoditas gula. Harga gula saat ini mencapai Rp11 ribu/kg setelah sebelumnya sempat turun hingga Rp 9 ribu/kg. Susu juga mengalami kenaikan sekitar Rp 500 per kaleng. Saat ini harga susu kaleng mencapai Rp 9 ribu. Minyak goreng juga mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000/liter. (www.detik finance.com, 21/8/ 2010)

Jakarta Barat, Harga bahan pokok lain terbilang relatif stabil. Telur ayam berada di harga Rp15 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi naik dari Rp60 ribu menjadi Rp65 hingga Rp70 ribu per kilogram. Daging ayam berkisar Rp23 ribu hingga Rp28 ribu per ekor. (www.Metrotvnews.com)
Di Jawa Barat Cirebon harga daging sapi per kilo  Rp54.000 hingga Rp55.000 per kg harga  naik sampai  Rp70.000. Kedua jenis cabai itu dijual dengan harga Rp40.000 per kg, atau naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Sementara, cabai merah keriting saat ini harganya mencapai Rp35.000 per kg. Padahal sebelumnya hanya Rp18.000 per kg, cabai hijau naik dari Rp12.000 menjadi Rp20.000 per kg, cabai rawit domb naik dari Rp10.000 menjadi Rp35.000 per kg, cabai rawit dari Rp25.000 menjadi Rp28.000 per kg. Di Pasar Induk Caringin Kota Bandung, harga bawang merah naik dari Rp10.000 menjadi Rp16.000 per kg, bawang putih naik dari Rp14.000 menjadi Rp26.000 per kg. Kenaikan harga juga mulai dirasakan komoditas beras di Pasar Induk Caringin. ( http://www.disnak.jabarprov.go.id,21/8/2010)

Di Jawa Timur Surabaya.harga telor yang sebelumnya dikisaran Rp 10.500/kg sampai dengan Rp 11.000/kg naik sekarang jadi 13 ribu per kilo. (www. suarasurabaya.net,21/8/2010)
Di Sulawesi Selatan Kota Parepare, seperti di Pasar Senteral Lakessi, kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan cukup drastis adalah gula pasir, dari Rp 360.000 menjadi Rp 480.000 per 50 kilogram.Selain gula pasir, kenaikan paling menonjol juga terjadi pada bawang merah, dari Rp 15.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram atau naik 100 persen. Kenaikan serupa juga terjadi pada harga bawang putih. Semula, harga bawang putih hanya Rp 12.000 per kilogram. Kini, harga melonjak jadi Rp 35.000 per kilogram. (www.kompas.com,15/7/2010)

Di Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju Harga sayur mayur menjelang hingga saat ini bulan suci ramadhan 1431 hijriah meningkat hingga 100 persen. Pemantauan di Mamuju, Sabtu, harga sayur mayur yang dijual sejumlah pedagang di pasaran kota Mamuju seperti sayur kankung melonjak hingga 100 persen dari Rp1.000 per ikat menjadi Rp2.000 per ikat begitu juga sayur Bayam naik dari harga Rp1.000 per ikat menjadi Rp2.000 per ikat.(www.kompas.com, 20/8/ 2010).

Faktor lain yang dapat memicu kenaikan harga adalah ketidakseimbangan permintaan penawaran, dan kenaikan harga barang yang dikendalikan pemerintah, seperti harga BBM, TDL, ataupun Elpiji. Namun kalau kita lihat data, maka peningkatan harga sampai dengan pertengahan 2010 didominasi oleh tekanan yang bersumber dari kelompok makanan, khususnya beberapa komoditas favorit masyarakat Indonesia, yaitu cabe merah, cabe rawit, bawang merah, dan bawang putih, serta komoditas beras.
Grafik 1. Kenaikan harga bahan makanan / sumber: BI, 2010

Hal menarik adalah, apabila terjadi kenaikan harga pada satu jenis makanan, maka hubungannya saling berjalin kelindan. Beras akan memengaruhi bumbu-bumbuan, lalu bumbu-bumbuan akan memengaruhi buah-buahan dan sayuran, termasuk ke umbi-umbian, dan seterusnya. Efek ini berputar terus sampai ke produk makanan turunan. Kalau harga beras naik, maka lontong dan ketupat ikut naik.

Mengapa hal itu bisa terus-menerus terjadi? Realita yang terjadi adalah bahwa struktur konsumsi bangsa kita, infrastruktur, dan rantai distribusi yang begitu kompleks, memengaruhi permintaan dan penawaran akan bahan makanan. Negeri Indonesia yang luas, berkepulauan, dan berpenduduk banyak tentu memiliki tantangan dalam berbagai hal tadi. Selain itu, bahan makanan juga sangat tergantung pada musim dan waktu waktu tertentu yang memengaruhi perilaku masyarakat, seperti misalnya bulan puasa ini.
Grafik 2: Kenaikan harga 4 komoditas makanan utama / sumber: BI, 2010

Data sejak tahun 2002 menunjukkan bahwa harga komoditi makanan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun (lihat grafik 1). Dan yang menarik, kenaikan itu selalu mengalami lonjakan di setiap perayaan keagamaan, seperti puasa, lebaran, dan natal (lhat Grafik 2). Empat komoditas utama masyarakat Indonesia, yaitu cabe merah, cabe rawit, bawang putih, dan bawang merah, juga selalu menunjukkan trend meningkat (Cabe Rawit di Grafik 3).
Grafik 3: Kenaikan Cabe Rawit dari tahun ke tahun / Sumber: BI 2010

Dari hasil analisis terlihat bahwa kenaikan harga komoditas di tahun 2010 sebagian di antaranya diakibatkan oleh kendala cuaca yang mengakibatkan pasokan dan distribusi terganggu. Memasuki bulan puasa, di kala permintaan mulai meningkat, maka masalah pasokan yang langka menjadi semakin serius. Langkah penanganan masalah ini membutuhkan kesabaran dan kesiapan semua pihak. Dari sisi pengambil kebijakan, upaya Pemerintah untuk terus menerus mengatasi masalah pasokan dan distribusi, menjadi penting. Operasi pasar untuk beras, pengadaan beras untuk rakyat miskin, crash program penanaman cabe, hingga impor daging, telah dilakukan.

Namun di lapangan, kepanikan masih terjadi karena mahalnya harga dan langkanya beberapa kebutuhan. Meningkatnya permintaan di bulan puasa, telah melahirkan pula dugaan perilaku spekulan yang mencari keuntungan di tengah permasalahan. Mereka mempermainkan pasokan dan harga sehingga  semakin memperkeruh suasana. Di sisi lain, pembangunan dan perbaikan infrastruktur menjadi semakin mendesak agar distribusi makanan dapat berjalan lancar, khususnya di hari raya. Ketersediaan energi, khususnya listrik, juga dibutuhkan untuk mengurangi biaya-biaya. Di sisi lain, Bank Indonesia juga dituntut untuk mampu menjaga ekspektasi, mengendalikan likuiditas di pasar, dan menjaga kestabilan rupiah. Kerja sama tersebut menjadi kunci dalam kestabilan harga. Tanpa langkah konvergen dan sinergis tersebut, kenaikan harga yang merepotkan akan terus menerus terjadi, dan menjadi tradisi bagai tamu rutin yang datang setiap hari raya. (http://ekonomi.kompasiana.com, 21/8/2010)

Cara Menetapkan dan Menurunkan Harga Dalam Perspektif Islam
Cara Menetapkan Harga

Jumhur ulama menolak peran negara untuk mencampuri urusan ekonomi, di antaranya untuk menetapkan harga, sebagian ulama yang lain membenarkan negara untuk menetapkan harga. Perbedaan pendapat ini berdasarkan pada adanya hadis yang diriwayatkan oleh Anas sebagaimana berikut: “Orang orang mengatakan, wahai Rasulullah, harga mulai mahal. Patoklah harga untuk kami.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah-lah yang mematok harga, yang menyempitkan dan melapangkan rizki, dan saya sungguh berharap untuk bertemu Allah dalam kondisi tidak seorang pun dari kalian yang menuntut kepadaku dengan suatu kezalimanpun dalam darah dan harta.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Asy-Syaukani menyatakan, hadits ini dan hadits yang senada dijadikan dalil bagi pengharaman pematokan harga dan bahwa ia (pematokan harga) merupakan suatu kezaliman (yaitu penguasa memerintahkah para penghuni pasar agar tidak menjual barang barang mereka kecuali dengan harga yang sekian, kemudian melarang mereka untuk menambah ataupun mengurangi harga tersebut). Alasannya bahwa manusia dikuasakan atas harta mereka sedangkan pematokan harga adalah pemaksaan terhadap mereka. Padahal seorang imam diperintahkan untuk memelihara kemashalatan umat Islam. Pertimbangannya kepada kepentingan pembeli dengan menurunkan harga tidak lebih berhak dari pertimbangan kepada kepentingan penjual dengan pemenuhan harga. Jika kedua persoalan tersebut saling pertentangan, maka wajib memberikan peluang kepada keduanya untuk berfikir bagi diri mereka sedangkan mengharuskan pemilik barang untuk menjual dengan harga yang tidak disetujukan adalah pertentangan dengan firman Allah.

Berdasarkan hadis ini pula, mazhab Hambali dan Syafi’i menyatakan bahwa negara tidak mempunyai hak untuk menetapkan harga. Ibnu Qudhamah al Maqdisi, salah seorang pemikir terkenal dari mazhab Hambali menulis, Imam (pemimpin pemerintah) tidak memiliki wewenang untuk mengatur harga bagi penduduk, penduduk boleh menjual barang mereka dengan harga berapapun yang mereka sukai. Pemikir dari mazhab Syafi,i juga memiliki pendapat yang sama (Islahi, 1997: 111).

Ibnu Qudhamah mengutip hadis di atas dan memberikan dua alasan tidak memperkenankan mengatur harga. Pertama rasulullah tidak pernah menetapkan harga meskipun penduduk menginginkan. Bila itu dibolehkan pasti rosulullah akan melaksanakannya. Kedua menetapkan harga adalah suatu ketidakadilan (zulm) yang dilarang. Hal ini karena melibatkan hak milik seorang, yang di dalamnya adalah hak untuk menjual pada harga berapapun, asal ia bersepakat dengan pembelinya (Islahi 1997: 111).

Dari pandangan ekonomis, Ibnu Qudamah menganalisis bahwa penetapan harga juga mengindasikan pengawasan atas harga tak menguntungkan. Ia berpendapat bahwa penatapan harga akan mendorong harga menjadi lebih mahal. Sebab jika pandangan dari luar mendengar adanya kebijakan pengawasan harga, mereka tak akan mau membawa barang dagangannya ke suatu wilayah di mana ia dipaksa menjual barang dagangannya di luar harga yang dia inginkan. Para pedagang lokal yang memiliki barang dagangan, akan menyembunyikan barang dagangan. Para konsumen yang membutuhkan akan meminta barang barang dagangan dan membuatkan permintaan mereka tak bisa dipuaskan, karena harganya meningkat. Harga meningkat dan kedua pihak menderita. Para penjual akan menderita karena dibatasi dari menjual barang dagangan mereka dan para pembeli menderita karena keinginan mereka tidak bisa dipenuhi. Inilah alasannya kenapa hal itu dilarang (Islahi 1997: 111).

Argumentasi itu secara sederhana dapat disimpulkan bahwa harga yang ditetapkan akan membawa akibat munculnya tujuan yang saling bertentangan. Harga yang tinggi, pada umumnya bermula dari situasi meningkatnya permintaan atau menurunnya suplai. Pengawasan harga hanya akan memperburuk situasi tersebut. Harga yang lebih rendah akan mendorong permintaan baru atau meningkatkan permintaanya, dan akan mengecilkan hati para importir untuk mengimpor barang tersebut. Pada saat yang sama, akan mendorang produksi dalam negeri, mencari pasar luar negeri (yang tak terawasi) atau menahan produksinya sampai pengawasan harga secara lokal itu dilarang. Akibatnya akan terjadi kekurangan suplai. Jadi tuan rumah akan dirugikan akibat kebijakan itu dan perlu membendung berbagai usaha untuk membuat regulasi harga.

Ibnu Taimiyah menguji pendapat-pendapat dari keempat mazhab itu, juga pendapat beberapa ahli fiqih, sebelum memberikan pendapatnya tentang masalah itu. Menurutnya “kontroversi antar para ulama berkisar dua poin: Pertama, jika terjadi harga yang tinggi di pasaran dan seseorang berusaha menetapkan harga yang lebih tinggi dari pada harga sebenarnya, perbuatan mereka itu menurut mazhab Maliki harus dihentikan. Tetapi, bila para penjual mau menjual di bawah harga semestinya, dua macam pendapat dilaporkan dari dua pihak. Menurut Syafi’i dan penganut Ahmad bin Hanbal, seperti Abu Hafzal-Akbari, Qadi Abu ya’la dan lainnya, mereka tetap menentang berbagai campur tangan terhadap keadaan itu (Islahi, 1997: 113).

Kedua, dari perbedaan pendapat antar para ulama adalah penetapan harga maksimum bagi para penyalur barang dagangan (dalam kondisi normal), ketika mereka telah memenuhi kewajibannya. Inilah pendapat yang bertentangan dengan mayoritas para ulama, bahkan oleh Maliki sendiri. Tetapi beberapa ahli, seperti Sa’id bin Musayyib, Rabiah bin Abdul Rahman dan yahya bin sa’id, menyetujuinya. Para pengikut Abu Hanifah berkata bahwa otoritas harus menetapkan harga, hanya bila masyarakat menderita akibat peningkatan harga itu, di mana hak penduduk harus dilindungi dari kerugian yang diakibatkan olehnya (Taimiyah, 1983: 49).

Ibnu Taimiyah menafsirkan sabda Rasulullah SAW yang menolak penetapan harga, meskipun pengikutnya memintanya, “Itu adalah sebuah kasus khusus dan bukan aturan umum. Itu bukan merupakan merupakan laporan bahwa seseorang tidak boleh menjual atau melakukan sesuatu yang wajib dilakukan atau menetapkan harga melebihi konpensasi yang ekuivalen (‘Iwad al-Mithl).” (Taimiyah, 1983: 114).

Ia membuktikan bahwa Rasulullah SAW sendiri menetapkan harga yang adil, jika terjadi perselisihan antara dua orang. Kondisi pertama, ketika dalam kasus pembebasan budaknya sendiri, Ia mendekritkan bahwa harga yang adil (qimah al-adl) dari budak itu harus di pertimbangkan tanpa ada tambahan atau pengurangan (lawakasa wa la shatata) dan setiap orang harus diberi bagian dan budak itu harus dibebaskan (lslahi, 1997: 114).

Kondisi kedua, dilaporkan ketika terjadi perselisihan antara dua orang, satu pihak memiliki pohon, yang sebagian tumbuh di tanah orang lain, pemilik tanah menemukan adanya bagian pohon yang tumbuh di atas tanahnya, yang dirasa mengganggunya. Ia mengajukan masalah itu kepada Rasulullah SAW. Beliau memerintahkan pemilik pohon untuk menjual pohon itu kepada pemilik tanah dan menerima konpensasi atau ganti rugi yang adil kepadanya. Orang itu ternyata tak melakukan apa-apa. Kemudian Rasulullah SAW membolehkan pemilik tanah untuk menebang pohon tersebut dan ia memberikan konpensasi harganya kepada pemilik pohon (Islahi, 1997: 115). Ibnu Taimiyah menjelasklan bahwa “jika harga itu bisa ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan satu orang saja, pastilah akan lebih logis kalau hal itu ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan publik atas produk makanan, pakaian dan perumahan, karena kebutuhan umum itu jauh lebih penting dari pada kebutuhan seorang individu.”

Salah satu alasan lagi mengapa Rasulullah SAW menolak menetapkan harga adalah “pada waktu itu, di Madinah, tak ada kelompok yang secara khusus hanya menyadi pedagang. Para penjual dan pedagang merupakan orang yang sama, satu sama lain (min jins wahid). Tak seorang pun bisa dipaksa untuk menjual sesuatu. Karena penjualnya tak bisa diidentifikasi secara khusus. Kepada siapa penetapan itu akan dipaksakan?” (Taimiyah, 1983: 51). Itu sebabnya penetapan harga hanya mungkin dilakukan jika diketahui secara persis ada kelompok yang melakukan perdagangan dan bisnis melakukan manipulasi sehingga berakibat menaikkan harga. Ketiadaan kondisi ini, tak ada alasan yang bisa digunakan untuk menetapkan harga. Sebab, itu tak bisa dikatakan pada seseorang yang tak berfungsi sebagai suplaier, sebab tak akan berarti apa-apa atau tak akan adil. Argumentasi terakhir ini tampaknya lebih realistis untuk dipahami.

Menurut Ibnu Taimiyah, barang barang yang dijual di Madinah sebagian besar berasal dari impor. Kondisi apapun yang dilakukan terhadap barang itu, akan bisa menyebabkan timbulnya kekurangan suplai dan memperburuk situasi. Jadi, Rasulullah SAW menghargai kegiatan impor tadi, dengan mengatakan, “Seseorang yang mambawa barang yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari, siapapun yang menghalanginya sangat dilarang.” Faktanya saat itu penduduk madinah tidak memerlukan penetapan harga. (Islahi, 1997: 116).

Dari keterangan di atas, tampak sekali bahwa penetapan harga hanya dianjurkan bila para pemegang stok barang atau para perantara di kawasan itu berusaha menaikkan harga. Jika seluruh kebutuhan menggantungkan dari suplai impor, dikhawatirkan penetapan harga akan menghentikan kegiatan impor itu. Karena itu, tidak menetapkan harga, tetapi membiarkan penduduk meningkatkan suplai dari barang-barang dagangan yang dibutuhkan, sehingga menguntungkan kedua belah pihak.Tak membatasi impor, dapat diharapkan bisa meningkatkan suplai dan menurunkan harga.

Cara Menurunkan Harga

Penyebab kenaikan harga  tersebut di atas bisa diakibatkan oleh 3 faktor: Pertama,  Langkanya barang, semisal akibat bencana alam, Kedua, Penurunan nilai mata uang yang dipegang masyarakat, Ketiga, Tingginya permintaan, semisal menjelang hari besar Islam. Ketiga faktor tersebut sama-sama akan membuat kenaikan harga, atau kemampuan uang untuk mendapatkan harga sembako tersebut akan menurun, sehingga untuk mendapatkan harga sembako, masyarakat harus mengeluarkan jumlah uang yang lebih besar dari biasanya. Dan ini bisa disebut sebagai inflasi (kenaikan harga).

Perbedaannya adalah, apabila faktor pertama dan ketiga adalah faktor yang bukan berasal dari perbuatan jelek dari tangan manusia, sehingga Nabi SAW melarang menetapkan harga (ta’sir) ketika para shahabat menginginkannya agar harga tidak berfluktuatif. Sedangkan faktor ketiga adalah bukan sebab alami, melainkan sebab perbuatan jelek dari tangan manusia. Dan inilah problem inflasi yang dibahas dalam dunia akademisi ekonomi dalam bidang ekonomi makro. Karena kenaikan harga (inflasi) pada es jeruk atau barang-barang kebutuhan pokok pada faktor kedua, merupakan hal yang biasa terjadi dalam skala tahunan dan secara agregat (merata pada suatu masyarakat), dan hal ini terjadi bukan oleh sebab kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok tersebut.

Islam mendorong perdagangan karena dengan itu manusia akan saling mencukupi kebutuhannya, tapi tidak boleh berlansung bebas/liberal (freedom) dan freemarket. Dalam konsep free market swasta dibebaskan dari keterikatannya terhadap negara dan tanggung jawab atas permasalahan sosial yang terjadi karena aktivitas perusahaan mereka. Pengurangan tingkat upah dengan menghapus serikat-serikat pekerja dan memotong hak-hak buruh. Harga dibiarkan bergerak tanpa intervensi pemerintah. Kebebasan total di dalam perpindahan modal, barang, jasa. Para pengusung free market senantiasa menyatakan: “Pasar yang tidak diatur adalah jalan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memberikan keuntungan bagi setiap orang.”Perdagangan harus berjalan sebagai bagian dari ibadah. Dalam pandangan Islam perdagangan dibiarkan perdagangan secara wajar. Mekanisme penawaran dan permintaan akan menciptakan menciptakan tata pemenuhan kebutuhan masyarakat dan penetapan harga di atas keridhaan semua pihak yaitu antara penjual dan pembeli bukan ditentukan oleh sepihak (penjual saja). Negara mengawasi agar tidak terjadi praktek-praktek yang terlarang seperti penipuan, penimbunan, monopoli, kedzaliman, menetapkan harga, menaikkan harga. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas sebagaimana berikut: “Orang orang mengatakan, wahai Rasulullah, harga mulai mahal. Patoklah harga untuk kami.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah-lah yang mematok harga, yang menyempitkan dan melapangkan rizki, dan saya sungguh berharap untuk bertemu Allah dalam kondisi tidak seorang pun dari kalian yang menuntut kepadaku dengan suatu kezalimanpun dalam darah dan harta.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Imam As-Syaukani Asy-Syaukani menyatakan, hadits ini dan hadits yang senada dijadikan dalil bagi pengharaman pematokan harga dan bahwa ia (pematokan harga) merupakan suatu kezaliman (yaitu penguasa memerintahkah para penghuni pasar agar tidak menjual barang barang mereka kecuali dengan harga yang sekian, kemudian melarang mereka untuk menambah ataupun mengurangi harga tersebut). Alasannya bahwa manusia dikuasakan atas harta mereka sedangkan pematokan harga adalah pemaksaan terhadap mereka. Padahal seorang imam diperintahkan untuk memelihara kemashalatan umat Islam. Pertimbangannya kepada kepentingan pembeli dengan menurunkan harga tidak lebih berhak dari pertimbangan kepada kepentingan penjual dengan pemenuhan harga. Jika kedua persoalan tersebut saling pertentangan, maka wajib memberikan peluang kepada keduanya untuk berfikir bagi diri mereka sedangkan mengharuskan pemilik barang untuk menjual dengan harga yang tidak disetujukan adalah pertentangan dengan firman Allah. Penjabaran di atas bahwa melindungi kepentingan pembeli bukanlah hal yang lebih penting dari melindungi penjual. Jika melindungi keduanya sama perlunya, maka wajib membiarkan kedua belah pihak menetapkan harga secara wajar di atas keridhaan keduanya. Memaksa salah satu pihak merupakan kezaliman sepertinya yang terjadi sekarang cuma penjual menaikkan harga tanpa ada persetujuan dari pihak pembeli (masyarakat) dan bertentangan dengan firman Allah:

Hai orang-orang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesame dengan jalan batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku suka sama suka di antara kamu” (QS. An-Nisa:29).

Penetapan harga dan menaikkan harga secara sepihak demi kepentingan penjual kemudian penjual terdiri perseroan (perusahaan) swasta free market dengan asumsikan bahwa tingginya permintaan dengan hari-hari besar Islam tentu menyusahkan bagi masyarakat terutama masyarakat ekonomi lemah (kurang mampu) tidak dapat membeli barang terutama kebutuhan primer bahan pangan (sembako). Akibatnya masyarakat ekonomi menengah keatas yang bisa membeli/belanja di toko, pasar, supermarket, mall sehingga terjadi ketimpangan, kesenjangan, ketidakadilan, tidak terjadi distribusi secara merata atau pemerataan barang di tengah masyarakat. Masyarakat ekonomi lemah (miskin) semakin menderita, menjerat tidak bisa hidup dengan baik tidak bisa berbuat apa-apa, kurang gizi, hidup di atas ketertindasan.

Demikian halnya menaikkan harga demi kepentingan pembeli mendorong hilangnya barang dipasaran, karena penjual merasa dirugikan. Dan ini menyebabkan harga barang naik, yang tentu akan menyusahkan masyarakat terutama masyarakat ekonomi lemah (kurang mampu). Atau demi mendapatkan harga yang tinggi produsen (pemilik barang) menimbung barang dagangannya untuk sementara waktu hingga pasaran naik. inilah disebut ihtikar. Tindakan inipun dikecam oleh Rasulullah SAW. menyatakan :
Tidak akan menimbun barang supaya naik harganya kecuali orang-orang yang berdosa“(HR. Muslim).
Barangsiapa ikut campur urusan harga kaum muslimin, dengan tujuan memenangkan atas mereka, adalah haknya Allah mendudukkannya digolakkan besar api pada hari kiamat (HR. Ahmad)
Pada zaman Umar bin Khattab pernah mengambil kebijakan mengurangi bea masuk terhadap beberapa barang, diantaranya barang nabati dan kurma Syria sebesar 59%, guna memperlancar arus pangan ke kota sehingga kenaikan yang tidak wajar dapat dihindarkan. Umar juga membangun pasar-pasar, dengan mekanisme penawaran dan permintaan, dapat berjalan dengan lancer. Umar suka turun ke pasar-pasar dan berseru keras.

Peran pemerintah seharusnya mampu mengawasi harga tidak boleh membiarkan harga melambung tinggi yang dinaikkan sepihak oleh penjual perseroan (perusahaan) swasta free market sementara masyarakat menjerit, menderita karena bentuk penzaliman terhadap masyarakat. Bila terjadi kelangkaan barang di dalam negeri harus menciptakan regulasi kran impor dan pengelolaan pangan di dalam negeri. Pemerintah mendorong berkembangnya sektor riil saja atau pertukran barang dan jasa (pertanian, perindustrian, transportasi dll). Pemerintah membuat regulasi yang mengatur barang dan jasa yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Pemerintah menjaga agar perdagangan berjalan sewajarnya, sehat dan adil, tidak merugikan antara penjual dan pembeli dan menaikkan harga seperti yang terjadi sekarang ini.

Qurban Dan Menumbuhkan Ketaatan Pada anak

Setiap Idul Adha, kita selalu diingatkan pada keteladanan Nabiyullah Ibrahim as. dan putranya Nabi Ismail as. saat keduanya menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh ketaatan dan ketundukan. Dengan keikhlasannya Nabi Ibrahim as. melaksanakan perintah untuk menyembelih putranya. Ismail pun begitu tunduk pada perintah Tuhannya sehingga rela mengorbankan jiwa dan raganya. Keduanya merasa ridha dan yakin akan perintah Allah SWT hingga tak sedikit pun tampak rasa enggan, ragu, apalagi menolak. Tak hanya itu, mereka bahkan bersegera untuk melaksanakan ketaatan tersebut tanpa pernah berpikir untuk menunda ataupun memperhatikan risiko dan akibatnya. Inilah kisah ketundukan totalitas dua orang hamba Allah SWT yang senantiasa abadi di sepanjang zaman (Lihat: QS ash-Shaffat [37]: 102).
 
Sepenggal kisah pengorbanan dan ketaatan yang luar biasa itu datang dari sebuah keluarga—ayah, ibu dan anak—yang taat. Memang, tidak mudah melakukan ketaatan total, apalagi bila harus disertai pengorbanan luar biasa. Namun, Ibrahim dan Ismail ternyata mampu melakukan hal itu. Mengapa? Karena dalam dirinya telah tumbuh kecintaan yang begitu mendalam kepada Zat Yang mereka taati.
Kecintaan dan ketaatan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Imam al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat.

Az-Zujaj berkata, “Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-nya adalah menaati keduanya dan ridha kepada semua perintah-Nya dan ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya.” 

Menumbuhkan Ketaatan pada Anak

Kecintaan hakiki yang melahirkan ketaatan totalitas adalah perasaan yang tumbuh dari sebuah proses. Menumbuhkan ketaatan anak sejak dini akan memudahkan terwujudnya ketaatan totalitas di kemudian hari. Apalagi bila hal ini sudah dimulai sejak masa kanak-kanak. Berbagai kisah inspiratif sering sangat efektif untuk melahirkan kesan mendalam pada anak yang kita didik. Karenanya, sungguh sayang bila kisah keteladanan ini tak dimanfaatkan para orangtua untuk membina ketaatan pada para buah hatinya.
Bercermin dari keteladanan Nabi Ibrahim as. dan keluarganya, sungguh para ibu dapat mengambil beberapa pelajaran berharga dalam upaya mewujudkan generasi yang selalu taat pada aturan Allah SWT.

1. Hadirkan kembali pada anak
Ibu harus mampu menghadirkan kembali kisah keteladanan tersebut di hadapan putra-putrinya. Diupayakan sedemikian rupa agar melahirkan keinginan kuat untuk meneladani ketundukan, ketaatan dan pengorbanan hamba-hamba Allah tersebut. Ibu tidak seharusnya bosan memperdengarkan kisah tersebut apalagi membatasinya hanya setahun sekali saat Idul Adha. Kapanpun semestinya ibu bisa melakukan hal itu. Tentu, ini membutuhkan kreativitas ibu untuk menyampaikan dengan bahasa dan cara yang mudah dipahami anak sesuai tingkat usianya.

2. Tanamkan optimisme pada anak.
Ibu dapat menanamkan optimisme kepada anak-anak untuk mampu memiliki ketaatan dan ketundukan layaknya Ismail yang saat itu usianya baru 7 tahun. Saat sebagian anak lebih senang untuk tidak patuh kepada orangtuanya, apalagi Rabb-nya, ibu harus menunjukkan bahwa ketaatan yang tinggi bisa terwujud meski pada usia anak yang masih belia.

3. Jadikan ayah sebagai pendamping.
Ibu juga bisa melibatkan ayah dalam mendidik putra-putrinya. Ayah, sekalipun telah tersita sebagian besar waktunya untuk mencari nafkah, bukan tidak mungkin memiliki pengaruh besar dalam upaya menancapkan ruh, motivasi dan semangat. Lihatlah, betapa Nabi Ibrahim as. begitu menyayangi dan penuh perhatian kepada Ismail. Tatkala mendapatkan perintah Allah SWT, beliau sempat menanyakan kepada Ismail bagaimana pendapat Ismail atas perintah Allah tersebut. Nabi Ibrahim tidak semena-mena berbuat sekehendaknya sendiri. Beliau menghendaki ketaatan yang serupa juga dirasakan Ismail, persis seperti yang dikehendaki Ibrahim. Ismail pun menyambut harapan ayahnya. Akhirnya, keduanya rela menyerahkan apa yang paling mereka cintai untuk Allah, Rabb yang menciptakan keduanya. Betapa mengharukannya, saat ayah ternyata mampu manularkan ruh ketaatannya kepada sang anak yang akan dia korbankan.

4. Mulailah sedini mungkin.
Ketundukan Nabi Ibrahim as. dan Ismail as. tentu tak lepas dari keberhasilan Siti Hajar—istri dan ibu—dalam mengantarkan keduanya menjadi hamba-hamba yang sangat mencintai Rabb-nya. Inilah buah yang selama ini ditanamkan oleh Siti Hajar kepada keduanya. Ismail tumbuh dengan kasih sayang dan arahan ibunya yang tak kenal lelah berjuang mempertahankan ketaatan pada Allah SWT. Proses yang tidak sebentar pun telah mengantarkan Ismail yang masih belia itu menjadi anak yang tidak seperti kebanyakan anak lainnya. Oleh karenanya, para ibu seharusnya mempersiapkan segala sesuatunya sejak anak masih belia. Jangan pernah menunggu atau menunda, padahal ibu bisa melakukannya sejak dini, karena ketaatan membutuhkan proses.

5. Sabar dan istiqamah.
Membina ketaatan kepada anak tentu membutuhkan kesabaran dan keistiqamahan. Ketaatan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. pun bukan tanpa ujian. Saat keduanya hendak melaksanakan perintah Allah SWT, iblis sempat menggoda keduanya untuk mengurungkan niatnya. Namun, kecintaan yang kuat kepada Allah tak mampu menghalangi keduanya. Oleh karenanya, sabar dan istiqamah menjadi kunci dari setiap tantangan yang dihadapi untuk meraih tujuan. Ibu tak boleh menyerah hanya karena putra-putrinya sering menolak saat diperintah shalat, menutup aurat, atau diajak ke masjid, dsb. Ibu juga tak boleh tergoda oleh silaunya kehidupan dunia sehingga lebih mementingkan dirinya dibandingkan untuk membina anak-anak yang merupakan amanah Allah SWT.

6. Meyakini janji Allah SWT.
Layaknya Nabi Ibrahim as. yang yakin akan keridhaan Allah SWT, ibu juga harus yakin bahwa jika segenap ‘azzam, upaya dan tawakal telah ditunaikan, maka tinggallah Allah yang berkenan menentukan balasannya. Saat Nabi Ibrahim as. dan putranya telah memantapkan ‘azzam dan bertawakal kepada Allah SWT, sedetik setelah pisau nyaris digerakkan, tiba-tiba Allah berseru dengan firman-Nya, menyuruh menghentikan perbuatannya tersebut. Allah SWT telah meridhai kedua hamba yang mukhlis ini. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban (Lihat: QS ash-Shaffat [37]: 107). 

Mendidik anak untuk memiliki ketaatan totalitas memang bukan perkara gampang. Keberhasilan sering teruji oleh waktu. Namun, keyakinan akan janji Allah kepada hamba-hambanya yang tawakal semakin menunjukkan bahwa generasi yang kita lahirkan akan memiliki ketaatan yang tinggi saat segenap upaya sudah kita sempurnakan.
Semoga kita semakin cerdas dalam mewujudkan generasi shalih yang memiliki ketaatan tinggi, bekal untuk mewujudkan kehidupan Islam. Amiin, ya Rabb al-‘Alamin. [Noor Afeefa]
http://aashari.blogspot.com/2011/09/pulauweb-web-hosting-murah-indonesia.html 
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia

 

Dalil Syari Yang Diambil Oleh Negara


Bagi negara, mengadopsi hukum ada yang wajib dan ada yang mubah. Jika adopsi hukum ini terjadi di atas dua metode yang berbeda, maka akan terdapat pertentangan terkait asas yang di atasnya adopsi itu dilakukan.


Ada tiga alasan mengapa negara harus menetapkan metode tertentu dalam mengadopsi hukum-hukum syariah. Pertama: hukum yang wajib dijalankan adalah hukum syariah, bukan hukum akal; yakni hukum Allah, bukan hukum buatan manusia. Karena itu, dalil yang darinya digali hukum harus bersumber dari wahyu. Kedua: penetapan bahwa dalil yang darinya digali hukum itu benar-benar bersumber dari wahyu, harus dengan qath’i (definitif/pasti), sebab ini termasuk bagian dari akidah, sementara akidah tidak boleh diambil kecuali dari sesuatu yang memberi keyakinan. Ketiga: jika tidak ada ketegasan bahwa dasar pengambilan hukum itu harus benar-benar bersumber dari wahyu, dikhawatirkan akan muncul di tengah-tengah umat pemikiran yang tidak islami, karena digali dari sumber yang tidak berasal dari wahyu. Oleh karena itu, harus ada penegasan bahwa dalil-dalil yang darinya digali hukum-hukum yang akan diterapkan oleh negara adalah dalil-dalil yang benar-benar bersumber dari wahyu. 

Telaah atas Rancangan UUD (Masyrû’ Dustûr) Daulah Islamiyah kali ini akan membahas pasal 12 tentang dalil-dalil yariah yang diakui negara, yang berbunyi: “Al-Kitab (Al-Quran), as-Sunnah, Ijmak Shahabat dan Qiyas adalah dalil-dalil syariah yang diakui.” (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 48).

Dalil-dalil Syariah yang Diakui

Dalil, menurut pengertian bahasa, adalah sesuatu yang menunjukan pada sesuatu yang kongkrit (hissi) atau yang abstrak (maknawi). Menurut ulama fikih, dalil adalah sesuatu yang di dalamnya terdapat petunjuk. Menurut ulama ushul, dalil adalah sesuatu yang dengan penelaahan yang sahih bisa menghantarkan pada pengetahuan atas mathlûb khabari (hukum suatu perkara yang sedang dicari status hukumnya), atau sesuatu yang dijadikan hujjah bahwa perkara yang dibahas adalah hukum syariah (Az-Zain, Ilmu Ushûlil Fiqh al-Muyassar, hlm. 297). 

Adapun dalil-dalil hukum syariah yang diakui oleh negara dan telah memenuhui kualifikasi qath’i, pasti bersumber dari wahyu, ada empat: Al-Quran, as-Sunnah, Ijmak Sahabat dan Qiyas.

1. Al-Quran.
Al-Quran adalah kalam (firman) Allah yang berupa mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dengan bahasa Arab, terdapat di antara dua ujung mushaf, disampaikan secara mutawatir, membacanya adalah ibadah, dimulai dengan surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas (An-Nikmah, Ulûmul Qur’ân, hlm. 8).
Dalil bahwa al-Quran berasal dari wahyu Allah SWT, baik redaksi maupun maknanya, merupakan dalil yang qath’i (pasti). Kemukjizatan al-Quran juga menjadi dalil yang qath’i bahwa al-Quran merupakan kalam (firman) Allah, bukan perkataan manusia. Al-Quran yang merupakan kalam (firman) Allah itu dengan pasti menyebutkan, bahwa wahyu telah diturunkan kepada Rasulullah saw. (Lihat: QS al-An’am [6]: 19; QS al-Anbiya’ [21]: 45). Dua ayat ini dan yang lainnya merupakan dalil-dalil yang qath’i bahwa al-Quran disampaikan melalui wahyu yang berasal dari Allah SWT (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 50). Dengan demikian, al-Quran merupakan dalil syariah yang ditetapkan berdasarkan dalil-dalil yang qath’i.
2. As-Sunnah.
As-Sunnah dan al-Hadis pengertiannya sama, yaitu perkataan, perbuatan dan ketetapan yang datang dari Rasulullah saw. (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyah al-Islamiyah, I/178).
Kedudukan as-Sunnah sebagai dalil yang qath’i—yang merupakan dalil yang dibawa oleh wahyu, yang maknanya dari Allah SWT, sementara redaksinya dari Rasulullah saw.—telah disebutkan dengan tegas dan jelas di dalam beberapa ayat al-Quran. Allah SWT berfirman:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى * إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى
Tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (QS an-Najm [53] : 3-4).
قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَى إِلَيَّ مِنْ رَبِّي
Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku.” (QS al-A’raf [7]: 203).
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa yang Rasul berikan kepada kalian, terimalah. Apa yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya (QS al-Hasyr [59]: 7).
Ayat-ayat ini dan yang lainnya menunjukkan dengan tegas dan jelas bahwa as-Sunnah yang diucapkan Rasulullah saw. tidak lain adalah wahyu dari Allah SWT. Dengan tegas dan jelas pula Allah SWT telah memerintahkan kita agar menaati apa saja yang Rasulullah perintahkan, dan menjauhi apa yang beliau larang. Dalil bahwa as-Sunnah datang melalui wahyu adalah dalil yang qath’i. Oleh karena itu, kedudukan as-Sunnah sebagai dalil ditetapkan berdasarkan nash yang qath’i ats-tsubut qath’i ad-dilalah, yakni sumber dan maknanya pasti (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 50).
3. Ijmak Sahabat.
Ijmak Shahabat adalah kesepakatan para Sahabat tentang hukum suatu perkara, bahwa hukum tersebut merupakan hukum syariah (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 52).
Arti Ijmak Sahabat ini bukan berarti kesepakatan atas pendapat pribadi Sahabat, melainkan kesepakatan atas hukum tertentu bahwa ia merupakan hukum syariah. Sebab, pendapat Sahabat bukan wahyu, dan masing-masing mereka tidak ma’shum (terpelihara) dari kesalahan. Kesepakatan mereka atas hukum suatu perkara menunjukkan bahwa mereka mengetahui dalil, lalu mereka bersepakat atas hukum tersebut, tetapi dalil hukum itu tidak mereka riwayatkan Dengan kata lain, bahwa mereka tidak akan bersepakat kecuali atas perkara yang ada nashnya (Abu Zahra, Ushûl al-Fiqh, hlm. 198).
Adapun dalil yang membuktikan bahwa Ijmak Sahabat merupakan dalil hukum syariah yang qath’i, bersumber dari wahyu, adalah: Pertama, Allah SWT telah memuji mereka di dalam al-Quran dengan nash yang qath’i ats-tsubut qath’i ad-dilâlah, yakni sumber dan maknanya pasti (Lihat: QS at-Taubah [9]: 100).
Pujian Allah ini ditujukan kepada semua Sahabat. Karena itu, hukum yang disepakati oleh mereka yang mendapat pujian dari Allah ini pasti benar. Sebab, mustahil mereka sepakat atas sesuatu yang salah, karena hal itu bertentangan dengan pujian Allah kepada mereka.
Kedua: Sahabat adalah orang yang menjadi tempat kita mengambil agama ini. Merekalah yang menyampaikan al-Quran kepada kita. Allah SWT telah berjanji untuk menjaga al-Quran (QS al-Hijr [15]: 9). Sahabat adalah orang yang membawanya kepada kita. Dengan demikian, janji Allah itu juga menunjukkan jaminan-Nya kepada orang yang membawanya, yaitu para Sahabat. Selain itu, mustahil mereka yang membawa agama dan al-Quran kepada kita sepakat melakukan kesalahan dan kedustaan, karena secara logika hal ini mustahil terjadi. Sebab, jika terjadi, maka hal itu bertentangan dengan jaminan Allah melalui dalil yang qath’i. Dengan demikian, Ijmak Sahabat merupakan dalil yang qath’i (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 51).
Karena itu, hanya Ijmak Sahabat saja yang dapat dijadikan sebagai hujjah. Imam Dawud berkata:
الإِجْمَاعُ إِنَّمَا هُوَ إِجْمَاعُ الصَّحَابَةِ فَقَطْ
Ijmak (yang diakui) tidak lain hanyalah Ijmak Sahabat saja (Asy-Syaukani, Irsyâdul Fukhûl, hlm. 53).
Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullâh mengatakan:
مَنِ ادَّعَى اْلإِجْمَاعَ فَهُوَ كَاذِبٌ
Siapa saja yang mengklaim ada ijmak (setelah masa Sahabat) maka ia berdusta. (Al-Jauziyah, A’lâm al-Muwaqqi’în, I/498).
4. Qiyas.
Qiyas adalah menyertakan suatu perkara terhadap yang lainnya dalam hukum syariah karena terdapat kesamaan ‘illat (pendorong adanya hukum syariah) di antara keduanya (Abu Rusytah, Taysîr al-Wushûl ila al-Ushûl Dirâsât fi Ushûl al-Fiqh, hlm. 85).
Dalil yang qath’i yang menunjukkan bahwa qiyas adalah hujjah dalam menentukan hukum berangkat dari tempat yang menjadikan qiyas sebagai dalil syariah, dalam hal ini tidak lain adalah nash itu sendiri yang menjadi rujukan qiyas. Sebab, ‘illat dalam qiyas tidak diambil kecuali apabila syariah telah menunjukkannya. Dengan demikian, menganggap qiyas sebagai dalil syariah merupakan suatu keharusan.
Qiyas pada hakikatnya kembali pada nash itu sendiri. Oleh karena itu, qiyas dikatakan dengan ma’qul an-nash (nash yang rasional). Atas dasar ini, qiyas ini dalilnya adalah nash itu sendiri yang mengandung ‘illat, yakni penyebab timbulnya hukum. Jadi, apabila dalil ‘illat adalah al-Quran maka dalil qiyas ini juga al-Quran. Apabila dalil ‘illat adalah as-Sunnah maka dalil qiyas ini juga adalah as-Sunnah. Apabila dalil ‘illat adalah Ijmak Sahabat maka dalil qiyas ini adalah juga Ijmak Sahabat. Dengan demikian, dalil qiyas adalah dalil yang qath’i, sama dengan dalil-dalil al-Quran, as-Sunnah, dan Ijmak Sahabat. (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyah al-Islamiyah, III/320).
Dalil-dalil Lain
Adapun dalil-dalil yang lain—seperti Ijmak kaum Muslim, mazhab Sahabat, istihsan, mashalih mursalah, dan lainnya—maka tidak dianggap sebagai hujjah dalam menetapkan hukum syariah. Semua itu merupakan sesuatu yang disangka dalil, padahal sebenarnya bukan dalil. Sebab, semua itu datang dengan sesuatu yang menunjukkannya sebagai dalil, namun dengan jalan yang zhann (dugaan), bukan jalan yang qath’ (pasti).
Hanya saja, berdalil dengan dalil-dalil ini, termasuk dalam syubhah ad-dalil (dalil yang masih diperselisihkan), dianggap berdalil dengan dalil syariah. Meski bagi yang tidak menganggapnya sebagai dalil, itu tidak termasuk hukum syariah, namun dalam pandangannya itu merupakan hukum syariah, karena masih ada syubhah ad-dalil (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 76).
Karena itu, negara tidak boleh melarang, apalagi menghukum jika ada warga negaranya yang melakukan amalan berdasarkan dalil-dalil dari selain keempat dalil di atas, selama tidak bertentangan dengan hukum syariah yang telah diadopsi negara, sebab amalan itu termasuk dalam syubhah ad-dalil.
WalLâhu a’lam bi ash-shawâb. []
Daftar Bacaan
Abu Rasytah, Atha’ bin Khalil, Taysîr al-Wushûl ila al-Ushûl Dirâsât fi Ushûl al-Fiqh, (Beirut: Darul Ummah), Cetakan III, 2000.
Abu Zahrah, Muhammad, Ushûl al-Fiqih, (Dar al-Fikr al-Arabi), tanpa tahun.
Al-Jauziyah, Imam Ibnu Qayyim, A’lâmul Muwaqqi’în, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah), 1996.
An-Nabhani, Asy-Syaikh Taqiyuddin, Muqaddimah ad-Dustûr aw al-Asbâb al-Mujîbah Lahu, Jilid I, (Beirut: Darul Ummah), Cetakan II, 2009.
An-Nabhani, Asy-Syaikh Taqiyuddin, Asy-Syakhshiyah al-Islamiyah Juz I, (Beirut: Darul Ummah), Cetakan VI, 2003.
An-Nabhani, Asy-Syaikh Taqiyuddin, Asy-Syakhshiyah al-Islamiyah Juz III, (Beirut: Darul Ummah), Cetakan III, 2005.
An-Nikmah, Ulûmul Qur’ân, (Tanpa Penerbit), Cetakan II, 2008.
Asy-Syaukani, Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah, Irsyâdul Fukhûl, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah), 1994.
Az-Zain, Dr. Samih Athif, Ilmu Ushûlil Fiqh al-Muyassar, (Beirut: Dar al-Kitab al-Lubnani), Cetakan I, 1990.
Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia

Bejubel Market Place Terbaik Indonesia


Bisnis Syariah,  Tukar Link, Directory Ali Ashari, Ali Ashari